“Ya itu, saya ya berusaha untuk waspada saja, hati-hati,” katanya.
Terkait keamanan lingkungan, Fransiskus menyebut sistem ronda malam sebenarnya sudah berjalan, meski terbatas pada waktu tertentu.
“Ronda jaga malam kalau di sini ada di pos kamling itu kan, cuman sampai yang dekat puskesmas itu ada. Cuman malam saja,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan korban harus menjalani 17 jahitan akibat luka yang dideritanya. Selain itu, korban juga mengalami kerugian materi sekitar Rp100 ribu. Saat ini, kondisi korban masih mengalami shock.
Salah satu pedagang yang berasa di sekitar lokasi, Ujang (30), mengaku tidak melihat langsung kejadian tersebut. Ia baru tiba saat situasi sudah ramai dan awalnya mengira terjadi kecelakaan.
“Saya baru datang jualan, tahu-tahu sudah ramai. Kirain tabrakan, ternyata katanya ada yang dibegal,” ujarnya saat ditemui Senin, 6 April 2026.
BACA JUGA: Begal Beraksi Pagi Hari di Halmahera Raya Semarang, Korban Dapat 17 Jahitan di Wajah
Saat itu, korban sudah dalam kondisi tergeletak sambil memegangi kepala. “Korban sempat tergeletak, pegangin kepala. Banyak orang sudah berkerumun,” katanya.
Korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat menggunakan sepeda motor. “Diantar pakai motor, sepertinya ke puskesmas dekat sini,” imbuhnya.
Polisi telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Hingga kini, dua pelaku masih dalam pengejaran. (*)
Editor: Farah Nazila





