“Kita sebenarnya nurut pada masyarakat, kalau ingin bertahan kita buatkan, kita anjurkan untuk rumah apung saja. Kalau mau relokasi ada tanah kita bantu dengan bangunannya. Kemarin kita memang usul untuk rumah susun juga ada, tapi masyarakat masih belum berkenan, karena memang tanah Pemda ini terbatas ya. Jadi, kita mau bantu masyarakat juga banyak keterbatasan,” terangnya.
Selain itu, warga Timbulsloko juga mengusulkan adanya perbaikan jalan dan area makam. Hal tersebut sudah ia anggarkan bantuan sekitar Rp 1 miliar untuk jalan utama desa setempat.
“Tadi mengusulkan ada akses jalan, kemudian untuk makamnya sendiri. Dan almadulillah sebenarnya sudah kita anggarkan sekitar Rp 1 miliar untuk jalan utamanya tahun ini. Nanti melihat jalan selanjutnya InsyaAllah kalau ada perubahan kita anggarkan kalau tidak ya tahun 2025. Kita usahakan secepatnya,” terangnya. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





