“Kalau dulu tradisi ini bisa membawa ketenangan, kami berharap sekarang juga bisa memberikan dampak yang sama. Setidaknya, masyarakat merasa lebih tenteram dan saling menguatkan,” lanjut Awaluddin.
Rangkaian kegiatan akan mulai dengan doa bersama pada sore hari, berlanjut dengan pagelaran wayang kulit pada malam harinya hingga selesai. Seluruh acara berpusat di lapangan voli RT 02 RW IV.
Warga berharap, melalui kegiatan ini, Silayur tidak lagi terkenal sebagai jalur yang menakutkan, melainkan sebagai kawasan yang aman, guyub, dan sarat nilai budaya.
“Harapannya sederhana, semoga wilayah ini lebih selamat, masyarakatnya rukun, dan tradisi ini bisa terus lestari oleh generasi berikutnya,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah




