Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk memperlancar akses petani menuju lahan dan mengangkut hasil pertanian.
“Jalan usaha taninya tahun depan. Sumurnya, siapkan,” katanya.
Di lain sisi, Luthfi mengatakan, dropping (penyaluran) air tetap berjalan untuk menghadapi kondisi kekeringan.
Luthfi Minta Petani Buat Proposal ke Dinas
Untuk kebutuhan infrastruktur jangka berikutnya, Luthfi meminta petani segera menyampaikan proposal melalui dinas.
Dialog tersebut menjadi bagian dari rangkaian Panen Raya Jagung di lahan Gapoktan Krido Dharmo. Selain melakukan panen, Luthfi juga menyerahkan bantuan kepada kelompok tani, termasuk hand traktor serta sarana pertanian lainnya.
BACA JUGA: Tolak Proyek Geothermal Gunung Ungaran, Aliansi Masyarakat; Alternatif Energi Ramah Lingkungan Masih Banyak
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi secara simbolis menyerahkan sejumlah alat pertanian kepada kelompok tani di Desa Karanganyar.
Penyaluran alat pertanian itu, meliputi dua unit hand traktor singkal. Masing-masing senilai Rp31 juta kepada Kelompok Tani Maju dan Kelompok Tani Mulyo.
Kemudian benih padi untuk lahan seluas 30 hektare senilai Rp12 juta kepada Kelompok Tani Krido Utomo. Selain itu pestisida kepada kelompok tani yang sama. Nilai bantuan mencapai sedikitnya Rp74 juta. (*)
Editor: Diaz A Abidin





