Hukum & Kriminal

Sadis! Berawal dari Ejek Nama Ortu, Siswa di MTs Semarang Dianiaya Seniornya Pakai Setrika

×

Sadis! Berawal dari Ejek Nama Ortu, Siswa di MTs Semarang Dianiaya Seniornya Pakai Setrika

Sebarkan artikel ini
Kasus Perundungan Pelajar Blora,
Ilustrasi bullying. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah menanggapi kasus penganiayaan pelajar sebuah MTs di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Ahmad Faridi mengungkap keluarga korban penganiayaan di MTs tersebut saat ini sedang melakukan mediasi.

“Kepolisian sudah menangani itu (kasus penganiayaan), karena itu ada ranah pidananya. Kita sekarang sedang mediasi dengan keluarga korban maupun pelaku. Semoga dengan mediasi, hari ini mendapatkan solusi,” ujar Faridi, Selasa 21 Mei 2024.

Faridi mengaku telah memberi teguran kepada lembaga bersangkutan. Namun, pihaknya belum dapat menjawab perihal sanksi tegas.

“(Sanksi tegas) tentunya belum, kita tunggu hasilnya nanti. Pelaku dan korban kan semua di bawah umur, tentunya harus hati-hati membuat keputusan, karena ini masa depan mereka semua,” jelasnya.

BACA JUGA: Legolas Terlibat Bullying Hingga di DO, Vincent Rompies Ungkap Perilaku Anaknya, Turunan Ayahnya?

Menurut pengakuan Faridi, Kemenag Jateng juga ikut serta dalam pemulihan korban penganiayaan tersebut.

“Kita sudah melakukan healing kepada korban. Pelaku sudah dirumahkan dulu, tidak sekolah,” akunya.

Lebih lanjut, menurut Faridi, keluarga korban sudah memaafkan pelaku. Namun, keluarga korban masih keberatan dengan tindakan pelaku.

“Keberatan tapi memaafkan, ranah pidana tetap jalan. Sekarang masih mediasi, hasilnya seperti apa tunggu satu atau dua hari,” ujarnya.

Adapun pihak yang per Selasa, 21 Mei 2024 melakukan mediasi, kata dia, utusan dari MTs terkait dan Kemenag Kabupaten Semarang.

Dokter ungkap kondisi korban

Fadiri menyebut, kondisi korban berinisial D (14) itu semakin membaik. Menurut keterangan dokter yang ia beroleh, korban hanya mengalami luka luar.

“Korban sudah di rumah, dari awal pun tidak dirawat di RS, hanya dikontrolkan saja di RS. Oleh dokter disarankan berobat jalan karena itu luka luar,” akunya.

Pihaknya mengungkap kejadian tersebut terjadi pada Senin, 13 April 2024 malam.

“Besoknya dibawa ke RS, tapi sudah ditangani tenaga kesehatan, karena kan kejadiannya malam. Orang tua korban dikasih tahu Selasa,” akunya.

Penganiayaan berawal dari mengejek nama orang tua

Pelaku berinisial F (15) yang merupakan kakak kelas korban, menyeterika tubuh korban lantaran tak terima oleh ejekan korban.

“Iya (ejekan nama orang tua) begitulah. Mungkin niatnya (bercanda), tapi ada yang tidak terima,” paparnya.

BACA JUGA: Profil Anak Sulung Vincent, Remaja 17 Tahun yang Terlibat Bullying di Binus Serpong

Menurut informasi yang Faridi beroleh, korban memanggil pelaku dengan nama ibunya. Namun, pelaku tak terima.

“Sudah saling memaafkan, ternyata si pelaku tidak puas dengan permintaan maaf apa gimana,” tandasnya.

Sebelumnya, terjadi penganiayaan di sebuah madrasah tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kasus di sekolah setingkat SMP itu, seorang pelajar berinisial F (15) menganiaya juniornya, D (14), menggunakan setrika hingga korban menderita luka bakar. Peristiwa itu terjadi pada Senin 13 Mei 2024 malam. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp