Bahkan, pihak sekolah juga menemukan calon murid yang sama sekali tidak mengetahui informasi pendaftaran hingga akhirnya terlambat mengajukan akun.
“Malah bahkan ada orang tua dan murid itu yang tidak tahu informasi. Mau mengajukan akun tapi sudah terlambat, itu juga ada,” imbuhnya.
Empat Calon Murid Datang Setelah Tahapan Terlewat
Meski demikian, jumlah kasus temuan di SMAN 3 Semarang tidak banyak. Fauzan menyebut total ada empat calon murid yang datang ke sekolah setelah mengalami kendala akibat tahapan yang terlewat.
“Tidak sih, yang ke sini berarti total ada empat orang ya. Satu orang itu ketinggalan informasi ya, sudah verifikasi ditutup baru mau daftar,” terangnya.
Ia menjelaskan, sebagian calon murid datang karena belum melakukan verifikasi, sementara lainnya baru mengajukan akun tanpa menyelesaikan proses berikutnya.
“Kemudian yang dua tadi, yang satu belum verifikasi, yang satu lagi mengajukan akun saja tapi belum diverifikasi,” jelas Fauzan.
Menurutnya, kasus-kasus tersebut menjadi pengingat penting bagi calon murid dan orang tua untuk memahami setiap tahapan SPMB secara menyeluruh agar tidak kehilangan kesempatan mengikuti seleksi.
Sebanyak 480 Calon Murid Jalani Verifikasi di SMAN 3 Semarang
Di luar persoalan tersebut, Fauzan menilai pelaksanaan SPMB di SMAN 3 Semarang secara umum berjalan lancar. Ia mencatat sebanyak 480 calon murid menjalani proses verifikasi di sekolah tersebut selama tahapan SPMB berlangsung.
Namun, angka tersebut tidak otomatis menjadi jumlah pendaftar ke SMAN 3 Semarang karena proses verifikasi dapat berlangsung di sekolah mana saja.
“Yang verifikasi di kita totalnya 480, verifikasi di SMA 3 belum tentu nanti mendaftar di SMA 3. Karena kan verifikasi bisa dilakukan di semua sekolah. Kemudian kalau mendaftarnya baru bisa memilih sesuai keinginan calon pendaftar,” katanya.
Sementara itu, SMAN 3 Semarang menyediakan kuota penerimaan sebanyak 432 siswa pada SPMB tahun ini.
“Kuota kita 432,” ujar Fauzan.





