Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan tata kelola kandang, kebersihan lingkungan, serta perlindungan ternak dari gangguan hewan seperti tikus dan biawak. Pengetahuan mengenai pemeliharaan dan kesehatan unggas juga perlu warga tingkatkan agar produktivitas ternak tetap terjaga.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (PFM) Dinas Sosial Jateng, Elliya Chariroh, berharap bantuan KUBE dapat warga manfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha.
Ia menegaskan, pendampingan dan dukungan administrasi juga perlu lakukan agar program berjalan sesuai tujuan. Penerima bantuan juga ia harapkan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan usaha, termasuk fluktuasi harga telur.
“Harapannya, meskipun harga telur sedang turun, masyarakat tidak berputus asa. Saya yakin usaha ini bisa berkembang dengan baik dan menjadi percontohan di Jawa Tengah,” ujarnya.
Elliya menjelaskan, jenis usaha yang mendapatkan dukungan pihaknya pilih berdasarkan pengalaman dan potensi masyarakat setempat. Selain peternakan unggas, terdapat pula usaha peternakan kambing dan tambak di kawasan pesisir yang sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Program KUBE tersebut menyasar masyarakat dengan tingkat kesejahteraan pada kelompok desil 1–5. Melalui bantuan permodalan dan pendampingan tersebut, pihaknya berharap masyarakat dapat mengelola usaha secara mandiri, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Selain itu, mampu meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan. Pengawasan oleh instansi terkait juga ia harapkan memastikan bantuan bermanfaat sesuai peruntukannya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





