Jateng

SD hingga SMA di Jateng Bakal Dapat Materi Koperasi, Luthfi Pastikan Tak Tambah Mapel Baru

×

SD hingga SMA di Jateng Bakal Dapat Materi Koperasi, Luthfi Pastikan Tak Tambah Mapel Baru

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam acara Insersi Pendidikan Perkoperasian dalam acara yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 5 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Mereka semuanya hadir hari ini, silabusnya dan patokannya sudah ԁisiapkan tanpa merubah dan tanpa menambah mata pelajaran baru,” jelasnya.

Luthfi Nilai Masyarakat Anggap Koperasi Hanya Simpan-Pinjam

Luthfi menilai masih banyak masyarakat yang menganggap koperasi hanya berkaitan dengan kegiatan simpan pinjam.

Padahal, menurutnya, koperasi juga mengajarkan banyak nilai penting yang relevan bagi kehidupan bermasyarakat.

“Koperasi itu tidak hanya sebatas soal simpan pinjam. Tetapi di situ ada manajemen, kepemimpinan atau leadership, dan tentang bagaimana mengelola kesejahteraan masyarakat maupun anggotanya,” ujarnya.

Ia mengatakan nilai-nilai tersebut perlu ԁikenalkan sejak ԁini agar generasi muda memahami fungsi koperasi secara utuh.

Menurut Luthfi, pemahaman yang baik tentang koperasi juga dapat mencegah kesalahpahaman masyarakat terhadap berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan pengembangan koperasi.

BACA JUGA: Perkuat Ekonomi Rakyat, Mohammad Saleh Dorong Koperasi Merah Putih Serap Produk Unggulan Desa

“Jangan sampai anak-anak kita dan masyarakat kita gagal paham pada saat berbicara tentang koperasi di wilayahnya,” ujarnya.

Bahkan, Luthfi sempat menceritakan pengalamannya saat kecil ketika melihat langsung kondisi Koperasi Unit Desa (KUD) di Blitar, kampung halamannya. Namun, ia mengaku melihat banyak koperasi yang tidak berkembang pada masa itu.

“Dulu Bapak saya itu Ketua KUD, Pak. Saya ini kan anaknya petani. Jadi KUD di tempat kita itu saya lihat ibarat hidup segan mati tak mau,” terangnya.

Oleh karena itu, ia berharap pendidikan koperasi yang ԁiberikan sejak bangku sekolah mampu melahirkan generasi yang lebih memahami tata kelola koperasi sekaligus mendukung keberlanjutan program-program ekonomi kerakyatan di masa mendatang.

“Program pemerintah tidak boleh bertentangan dengan kebijakan provinsi, kabupaten/kota, bahkan di tingkat desa. Hal ini harus ԁidukung dengan cara memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak kita, sehingga program tersebut bisa terus berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp