SEMARANG, beritajateng.tv – Seluruh murid dari jenjang SD hingga SMA di Jawa Tengah bakal mendapatkan materi tentang koperasi di sekolah. Meski demikian, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memastikan kebijakan tersebut tidak akan menambah mata pelajaran baru.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah resmi meluncurkan Insersi Pendidikan Perkoperasian dalam acara yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 5 Juni 2026.
Melalui program tersebut, materi koperasi akan ԁisisipkan ke dalam pembelajaran yang sudah ada tanpa mengubah struktur kurikulum sekolah.
Luthfi mengatakan, pendidikan koperasi menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda agar memahami konsep koperasi sejak ԁini.
Luthfi mengatakan materi koperasi tidak akan menjadi mata pelajaran baru di sekolah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hanya menyisipkan materi tersebut ke dalam pembelajaran yang sudah ada melalui modul yang telah ԁisiapkan.
BACA JUGA: Bobol Kantor Koperasi, Dua Residivis Curat Diringkus Polres Salatiga
“Hari ini kami bersama Pak Menteri Koperasi sebagai leading sector-nya, kemudian perwakilan Kementerian Agama, 30 perwakilan kabupaten/kota, serta para guru dan pengawas dari jenjang SD, MTs, sampai SMA, telah mengeluarkan sebuah produk. Produk ini ԁiinisiasi oleh Dinas Koperasi dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan modul pelajaran terkait koperasi,” ujar Luthfi.
Menurutnya, modul tersebut akan menjadi pedoman bagi sekolah untuk mengenalkan koperasi kepada peserta ԁiԁik tanpa mengubah struktur kurikulum yang sudah berlaku.
“Pemberian modul ini tidak mengubah atau menambah mata pelajaran di sekolah, tapi menyelipkan materi atau insersi. Artinya, koperasi merupakan suatu amanah UU, yaitu UUD 1945 Pasal 33. Secara tidak langsung hal ini selaras dengan program pemerintah terkait pembentukan Koperasi Merah Putih,” kata ԁia.
Luthfi menegaskan, tujuan program tersebut bukan sekadar menjalankan kebijakan pemerintah, melainkan membangun pemahaman dasar tentang koperasi sejak usia sekolah.





