Jateng

SDG’s Semarang Tembus 5.000 Pengguna, 22 OPD Kini Terhubung dalam Satu Aplikasi

×

SDG’s Semarang Tembus 5.000 Pengguna, 22 OPD Kini Terhubung dalam Satu Aplikasi

Sebarkan artikel ini
SDG’s Semarang Tembus 5.000 Pengguna, 22 OPD Kini Terhubung dalam Satu Aplikasi
Seminar bertema Pendayagunaan Single Citizen-App untuk Peningkatan Efektivitas Pemerintahan Digital di Patra Semarang Hotel & Convention. (Ellya/beritajateng.tv)

Sistem SDG’s menggunakan proses Know Your Customer (KYC) melalui perangkat seluler serta autentikasi berbasis perangkat untuk mendukung proses verifikasi identitas digital.

Pengamat Teknologi dari STEI ITB, Prof. Suhadi, menilai keberhasilan aplikasi pemerintah tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengguna. Kecepatan pemerintah merespons laporan masyarakat juga menjadi faktor penting.

“Semakin cepat pengaduan masyarakat bisa mendapat respons, maka semakin cepat aplikasi masyarakat terima, ” katanya.

Menurut Suhadi, Pemkot Semarang juga dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu mengolah laporan dan data yang masuk.

Teknologi tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk membantu proses analisis dan pengambilan keputusan sehingga pelayanan publik bisa menjadi lebih responsif.

“Bisa menggunakan AI yang saat ini bisa kita dapatkan dengan mudah, sehingga layanannya menjadi lebih cerdas dan lebih bisa dipercaya,” tuturnya.

Sementara itu, Guru Besar Sistem Informasi Unika Soegijapranata Semarang, Prof Ridwan Sanjaya, menilai integrasi layanan dalam SDG’s dapat menjadi bentuk kehadiran pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat.

Namun, ia mengingatkan Pemkot Semarang agar tidak mengabaikan aspek perlindungan data pribadi.

“Saya lihat sudah terkoneksi dengan baik, tetapi yang harus di perhatikan adalah adanya akses data pribadi,” kata Ridwan.

Menurutnya, aplikasi yang mengakses data pribadi harus memiliki batasan penggunaan yang jelas. Sistem keamanan juga perlu di jaga agar data hanya digunakan untuk kebutuhan layanan yang telah ditentukan.

Ridwan menyebut Pemkot Semarang telah memiliki standar keamanan informasi ISO 27001. Standar tersebut menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung penerapan sistem keamanan dalam pengelolaan informasi.

“Ini artinya ada standar keamanan yang sudah Pemkot terapkan. Ini menjadi salah satu jaminan bahwa aspek keamanan di perhatikan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp