Politik

Sebut Politik Identitas Sebagai Ciri Parpol Tidak Masalah, Begini Penjelasan PKB Jateng

×

Sebut Politik Identitas Sebagai Ciri Parpol Tidak Masalah, Begini Penjelasan PKB Jateng

Sebarkan artikel ini
politik identitas paslon
Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Tengah, Denny Septiviant, saat ditemui beritajateng.tv di Auditorium RRI, Kota Semarang, Selasa, 31 Oktober 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kendati masa kampanye belum mulai, namun berbagai dukungan maupun ajakan untuk memilih telah ramai di media sosial. Pada Pemilu sebelumnya, politik identitas yang mencakup suku, ras, dan agama (SARA) rentan terpakai oleh pendukung agar masyarakat memilih paslon tertentu.

Tak sedikit pihak yang saat ini tengah mencegah agar hal itu tak terulang kembali, salah satunya DPW PKB Jawa Tengah.

Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Tengah, Denny Septiviant, meluruskan terkait politik identitas yang menurutnya kerap publik salah pahami. Menurutnya, politik identitas bukan suatu masalah, lantaran sebuah partai politik baginya pasti memiliki identitas yang berbeda satu sama lain.

BACA JUGA: Tanggapi Pernyataan Menag Yaqut Soal Pemimpin Bermulut Manis, Cak Imin: Itu Omongan Buzzer

“Politik identitas itu harus diterjemahkan lagi lebih teknis, sebagai ciri atau visi misi parpol itu tidak masalah. Kan setiap parpol mereka punya identitas sendiri, kalau mau diseragamkan jadi satu identitas kan ga menarik. Untuk apa punya partai kalau identitas cuma satu,” ujar Denny, Selasa, 31 Oktober 2023.

Bagi legislator yang kini menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah itu, politik identitas yang tidak boleh itu berkaitan dengan hal-hal pemecah belah bangsa.

“Menggunakan identitas politik untuk memecah belah dengan isu SARA yang akhirnya menjadikan itu identitas tertentu sebagai lawan politik,” sambungnya.

BACA JUGA: Potensi Hoaks Makin Meningkat Jelang Pemilu 2024, Binokular: Buzzer Sudah Kenal Algoritma Medsos

Yakin paslon pengguna politik identitas tak akan terulang

Terkait potensi ketiga paslon terkait penggunaan politik identitas, Denny meyakini kejadian pada Pemilu 2019 maupun Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu tak akan terulang.

“Saya ke depan menjamin dan yakin mereka tidak akan menggunakan isu politik identitas sebagaimana yang banyak tergembar-gembokan di sosial media dan para buzzer itu,” tegasnya.

Justru, lanjut Denny, yang masih menggunakan politik identitas SARA itu ialah pengguna media sosial dan buzzer paslon. Sebab, Denny meyakini seluruh paslon dalam Pilpres menginginkan kesatuan bangsa dan masyarakat yang utuh.

BACA JUGA: Bisnis Buzzer Politik Makin Marak, Bagaimana Lika-Liku Perkembangannya di Indonesia?

“Saya yakin kok teman-teman parpol dan capres-cawapres menginginkan kalau berbeda itu tidak apa-apa. Tapi jangan sampai perbedaaan itu menjadikan pemecah belah bangsa, wajar berbeda itu,” paparnya.

Tak hanya optimis isu SARA akan nihil pada Pemilu 2024 mendatang, Denny berharap isu politik identitas ini terpahami sebaik mungkin dan tidak untuk menjadi masalah di kemudian hari.

“Yang jelas kalau mau kita katakan politik identitas itu baik atau tidak, sejak awal pendirian parpol itu kan sudah berbeda dan jangan perpanjang itu,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp