Pariwisata

Sedekah Laut Tambaklorok Semarang Diikuti 400 Kapal, Agustina: Investasi Langit Supaya Laut Sayang Kita

×

Sedekah Laut Tambaklorok Semarang Diikuti 400 Kapal, Agustina: Investasi Langit Supaya Laut Sayang Kita

Sebarkan artikel ini
Sedekah Laut Tambaklorok Semarang Diikuti 400 Kapal, Agustina: Investasi Langit Supaya Laut Sayang Kita
Kapal berisi sesaji kepala kerbau yang akan di larung dalam sedekah laut Tambaklorok, Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tradisi Larung Sesaji Sedekah Laut dan Sedekah Bumi kembali terlaksana meriah di kawasan pesisir Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara, Minggu, 10 Mei 2026.

Sebanyak 400 kapal nelayan ikut memeriahkan tradisi tahunan yang telah berlangsung turun-temurun sejak 1985 tersebut.

Ribuan warga memadati kawasan pesisir sejak pagi untuk menyaksikan prosesi arak-arakan sesaji berupa kepala kerbau dan hasil bumi yang kemudian di larung ke tengah laut sejauh sekitar dua mil dari bibir pantai.

Tradisi budaya masyarakat pesisir ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur atas hasil laut yang melimpah. Tetapi juga simbol harapan agar nelayan selalu mendapat keselamatan dan keberkahan saat melaut.

Ketua kelompok nelayan penyelenggara Sedekah Laut dan Sedekah Bumi, Nurzaini, mengatakan kegiatan tahun ini mengusung semangat “Biru Lautku, Subur Bumiku” sebagai ajakan menjaga laut tetap bersih dan lestari.

“Laut adalah sumber penghidupan masyarakat pesisir. Karena itu kami ingin tradisi ini juga menjadi pengingat agar masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan laut demi keberlanjutan hasil tangkapan nelayan,” ujarnya.

Ia menyebut rangkaian Sedekah Laut yang berlangsung selama tiga hari menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir. Untuk memperkuat solidaritas dan semangat menghadapi tantangan rob yang selama ini kerap melanda kawasan Tambaklorok.

Bentuk Rasa Syukur untuk Melimpahnya Hasil Alam

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang hadir langsung dalam prosesi tersebut menilai Sedekah Laut bukan sekadar tradisi budaya. Tetapi juga bentuk rasa syukur masyarakat kepada alam.

“Laut adalah rumah kita, ombak adalah teman, dan ikan menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir. Ini adalah investasi langit supaya laut juga sayang kepada kita,” kata Agustina di hadapan warga.

Menurutnya, masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian laut agar kekayaan pesisir tetap dapat dinikmati generasi mendatang.

“Kita harus menjaga laut supaya anak cucu kita nanti tidak hanya mendengar cerita tentang hasil laut yang melimpah,” tambahnya.

Sedekah Laut Tambaklorok Semarang Diikuti 400 Kapal, Agustina: Investasi Langit Supaya Laut Sayang Kita
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menghadiri sedekah laut larung sesaji di Tambaklorok Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Dalam prosesi larung sesaji, Agustina turut naik kapal milik TNI dan ikut melarung kepala kerbau ke tengah laut bersama para nelayan dan tokoh masyarakat.

Ia juga menyampaikan doa agar para nelayan Tambaklorok selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang melimpah.

“Semoga para nelayan selalu sehat, selamat saat melaut, dan pulang membawa rezeki yang melimpah. Nelayan Tambaklorok adalah orang-orang tangguh,” ujarnya.

Hasil Laut Melimpah

Di sisi lain, para nelayan Tambaklorok saat ini tengah menikmati musim angin timuran yang membawa hasil tangkapan melimpah, terutama cumi-cumi dan rajungan.

Salah seorang nelayan, Ahmad Sujud, mengaku hasil tangkapan beberapa pekan terakhir meningkat cukup signifikan dibanding sebelumnya.

“Sekali melaut sekarang bisa membawa pulang 10 sampai 15 kilogram cumi-cumi dan rajungan. Hasilnya lumayan membantu ekonomi keluarga,” katanya.

Menurut Ahmad, sekali melaut dirinya membutuhkan sekitar 30 liter solar atau setara Rp300 ribu untuk biaya operasional.

Namun hasil tangkapan yang melimpah membuat nelayan masih bisa memperoleh keuntungan lebih dari Rp300 ribu setiap kali melaut. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp