Jateng

Gagal Ginjal hingga Patah Kaki, 6 Jemaah Haji Asal Semarang Gagal Berangkat Ke Tanah Suci

×

Gagal Ginjal hingga Patah Kaki, 6 Jemaah Haji Asal Semarang Gagal Berangkat Ke Tanah Suci

Sebarkan artikel ini
Gagal Ginjal hingga Patah Kaki, 6 Jemaah Haji Asal Semarang Gagal Berangkat Ke Tanah Suci
Ilustrasi jemaah haji. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak enam calon jemaah haji asal Kota Semarang gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Sebagian besar jemaah dinyatakan tidak layak terbang karena kondisi kesehatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Semarang, Mawardi, mengatakan para calon jemaah tersebut dpulangkan dari Embarkasi Donohudan Solo setelah melalui pemeriksaan kesehatan dan evaluasi petugas.

“Ada enam jemaah yang akhirnya tidak bisa berangkat. Penyebab utamanya karena faktor kesehatan dan keselamatan,” ujar Mawardi, Minggu, 10 Mei 2026.

Menurut dia, tiga jemaah batal berangkat karena mengalami gangguan kesehatan serius. Sementara tiga lainnya merupakan pendamping atau pasangan yang memutuskan tidak melanjutkan ibadah haji ke tanah suci.

“Sebenarnya yang dinyatakan tidak layak terbang itu tiga orang. Namun karena pasangannya ikut mendampingi, akhirnya total ada enam yang tidak jadi berangkat,” jelasnya.

Mawardi memaparkan, kondisi kesehatan jemaah cukup beragam. Ada yang mengalami gagal ginjal, penyakit reaktif yang berpotensi menularkan, hingga cedera patah kaki akibat terpeleset di embarkasi.

“Ada yang gagal ginjal, ada juga yang secara medis reaktif terhadap penyakit tertentu. Bahkan ada satu jemaah yang jatuh di embarkasi, kakinya patah dan harus menjalani operasi,” katanya.

Di sisi lain, Mawardi memastikan seluruh jemaah haji asal Kota Semarang yang telah berangkat kini sudah berada di Makkah.

Menurutnya, sebagian jemaah telah menyelesaikan umrah wajib, sementara sebagian lainnya masih menjalani masa istirahat sebelum pendampingan ibadah lanjutan.

“Alhamdulillah, jemaah Kota Semarang sekarang sudah berada di Makkah semua. Ada yang sudah melaksanakan umrah wajib, ada juga yang masih beristirahat setelah perjalanan dari Madinah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setibanya di Makkah para jemaah terlebih dahulu di arahkan menuju hotel untuk pemulihan kondisi fisik sebelum menjalani ibadah umrah wajib secara bertahap.

BACA JUGA: 1.747 Jemaah Haji Semarang Siap Berangkat, Usia Termuda 15 Tahun dan Tertua 86 Tahun