Pendidikan

Semangat Belajar di Usia Senja, Sekolah Lansia SALSA Semarang Lahirkan 22 Lulusan

×

Semangat Belajar di Usia Senja, Sekolah Lansia SALSA Semarang Lahirkan 22 Lulusan

Sebarkan artikel ini
Semangat Belajar di Usia Senja, Sekolah Lansia SALSA Semarang Lahirkan 22 Lulusan
Prosesi wisuda 22 lulusan Sekolah Lansia SALSA Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Semangat menuntut ilmu tak berhenti ketika usia memasuki senja, hal itu tampak saat 22 lanjut usia (lansia) di Kota Semarang resmi wisuda sebagai lulusan angkatan pertama Sekolah Lansia Salimah (SALSA).

22 lansia ini telah mengikuti program pendidikan nonformal selama satu tahun di Sekolah Lansia Salamah (SALSA) Semarang.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Semarang yang menilai Sekolah Lansia Salimah menjadi salah satu bentuk nyata pendidikan sepanjang hayat sekaligus upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Moh Agus Junaidi, yang mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, mengatakan program SALSA selaras dengan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para lansia.

“Program Sekolah Lansia Salimah sangat sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan lansia yang tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif. Pendidikan tidak hanya menjadi hak anak muda, tetapi juga masyarakat lanjut usia,” ujar Agus saat menghadiri Wisuda Angkatan I SALSA di Aula Kecamatan Tembalang.

Menurutnya, materi yang sekolah berikan kepada peserta tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga membangun kualitas hidup lansia secara menyeluruh.

Mulai dari pendidikan keagamaan, kesehatan, psikologi, keterampilan sosial, pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan teknologi, hingga olahraga ramah lansia.

Agus menilai keberadaan sekolah tersebut juga menjadi ruang interaksi sosial yang penting bagi para lansia agar tetap aktif berkomunikasi dan tidak merasa terisolasi.

“Selain menambah ilmu, sekolah ini menjadi wadah silaturahmi sehingga para lansia tetap memiliki aktivitas positif, saling mendukung, dan terhindar dari rasa kesepian,” katanya.

Ia menegaskan Dinas Sosial Kota Semarang siap memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat dalam mengembangkan program pemberdayaan lansia maupun penyandang disabilitas.

“Kami terbuka untuk bekerja sama, baik dalam pengembangan program, dukungan sarana prasarana, maupun kegiatan pemberdayaan sosial lainnya. Harapannya semakin banyak lansia yang mendapatkan kesempatan belajar dan meningkatkan kualitas hidupnya,” tambah Agus.