Dengan kondisi cuaca yang cenderung terik pada pagi hingga siang hari, Rany mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan, untuk melindungi diri dari paparan matahari.
BACA JUGA: Kemarau Bikin Padi Mengering, Petani Sawah Bengkok di Bergas Rugi Jutaan Rupiah
Ia menyarankan masyarakat menggunakan sunscreen, pelindung seperti topi atau payung, serta memperbanyak konsumsi air putih.
“Untuk terutama pada saat keluar rumah, mungkin jangan lupa untuk memakai sunscreen, memakai pelindung, topi ataupun payung dan juga banyak minum air putih,” imbaunya.
Selain menjaga kondisi tubuh, masyarakat juga ԁiminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan selama musim kemarau. Rany mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan.
“Kami selalu mengimbau agar masyarakat lebih aware dan juga waspada akan adanya kemungkinan kebakaran lahan maupun hutan di saat kemarau saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi lahan yang kering selama musim kemarau membuat risiko kebakaran meningkat.
“Karena memang agak lumayan riskan kalau saat kemarau ini. Apalagi kadang enggak ada percikan api pun kalau daun-daun kering juga bisa menimbulkan percikan api saat kemarau karena saking keringnya,” pungkas Rany. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





