Peristiwa

Semarang Darurat Kreak! Berikut Pengertiannya dan 4 Istilah Lainnya

×

Semarang Darurat Kreak! Berikut Pengertiannya dan 4 Istilah Lainnya

Sebarkan artikel ini
gangster semarang
Ilustrasi gangster atau kreak Semarang. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Istilah kreak Semarang kini mulai tersebar luas di berbagai platform media sosial. Tak heran sejumlah mahasiswa khususnya yang merantau kini mulai terhantui dengan adanya kreak tersebut.

Lalu, apa itu sebenarnya kreak? Mengapa terdengar begitu menakutkan dan mengerikan. Berikut ini akan beritajateng.tv bagikan informasi seputar pengertian dan beberapa istilah lainnya yang memiliki arti dan maksud yang sama.

Pengertian Kreak Semarang

Kreak itu sendiri merupakan sebuah istilah negatif yang tersudutkan kepada sejumlah kelompok orang. Dalam hal ini sekelompok orang tersebut kerap membuat sebuah kegaduhan bahkan menghilangkan nyawa.

Kreak Semarang tidak terdaftar dalam KBBI, yang berarti tidak ada definisi resmi yang menjelaskan istilah ini. Istilah tersebut muncul dari fenomena yang berkembang di masyarakat Semarang.

BACA JUGA: Segera Tayang di Bioskop 2024! Begini Sinopsis Film Horor Berjudul ‘Almarhum’

Di media sosial, banyak konten yang membahas kreak Semarang, salah satunya dari akun TikTok @msipnk, seorang kreator asal Semarang. Ia menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan singkatan dari ‘kere’ yang berarti miskin dan ‘mayak’ yang berarti banyak tingkah.

Awalnya, istilah ini untuk orang-orang yang memiliki gaya berpakaian dan penampilan yang tidak sesuai dengan situasi. Namun, sekarang kreak Semarang mempunyai orientasi sebagai julukan negatif untuk perilaku kelompok remaja atau pemuda di Semarang.

Adapun beberapa istilah lainnya yang menunjukkan atas sekelompok negatif tersebut yaitu sepertihalnya berikut ini.

Pertama Ndes dan Nda, Panggilan akrab untuk teman. Ndes berasal dari kata Gondes yang berarti ‘Gondrong Deso’. Sementara itu, Nda adalah bentuk yang lebih sopan dari Ndes, meskipun cenderung terdengar kasar.

Bang Jo adalah istilah yang dipakai oleh masyarakat Semarang untuk menyebut lampu merah atau lampu lalu lintas. Istilah ini berasal dari penggalan kata Abang Ijo yang disingkat menjadi Bang Jo.

BACA JUGA: Film Cinta dalam Ikhlas: Sinopsis, Jadwal Tayang hingga Daftar Pemain

Masyarakat Semarang memiliki istilah khusus untuk memanggil ayah dan ibu. Ayah disebut sebeh, sementara ibu dipanggil semeh. Istilah ini sering digunakan di kalangan teman-teman.

Setelah mengetahui informasi seputar pengertian kreak di atas, kini kamu tidak akan penasaran lagi kan tentang peristiwa itu, semoga bermanfaat. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp