Scroll Untuk Baca Artikel
HeadlineJatengNews Update

Semarang Masih Level 1 PPKM, Sejumlah Langkah Antisipatif Tekan Naiknya Covid-19

×

Semarang Masih Level 1 PPKM, Sejumlah Langkah Antisipatif Tekan Naiknya Covid-19

Sebarkan artikel ini
Walikota Semarang Hendrar Prihadi. /Foto: Ellya.

Semarang, 8/2 (BeritaJateng.tv) – Meski wilayah yang dipimpinnya masuk di level 1 sebagaimana tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 9 tahun 2022, Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi tetap melakukan sejumlah penyesuaian pembatasan.

Langkah tersebut diambil olehnya sebagai upaya preventif guna mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Alhamdulillah tadi malam sudah turun Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan Kota Semarang masih masuk di level 1 tapi catatannya kita harus segera menggerakkan RT dan RW untuk kembali mengingatkan dan mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan,” tutur Hendi, sapaan akrab wali kota Semarang di kantornya, Selasa (8/2).

“Kalau melihat dari keputusan Mendagri masih sama belum ada pembatasan. Kita masih merumuskan satu kata untuk kebijakan PPKM, hanya dengan beberapa perubahan,” lanjut Hendi.

Kebijakan tersebut kemudian dituangkan dalam Instruksi Wali kota Semarang Nomor 3 tahun 2022 yang mulai diberlakukan pada Selasa, 8 Februari 2022.

Dirinya lebih lanjut menerangkan terkait batasan-batasan sesuai dengan InMendagri yaitu Pembelajaran Tatap Muka (PTM) aturannya masih sama dengan level 1, tetapi untuk menghindari lonjakan, maka selama 14 hari ke depan akan dilakukan secara daring.

Sedangkan untuk peraturan lainnya, meliputi jam operasional tempat wisata dan hiburan termasuk bioskop, hingga pukul 23.00 WIB dengan pengunjung paling banyak 75 persen.

Sedangkan untuk fasilitas olah raga di ruang tertutup dibatasi sejumlah 50 persen dari kapasitas, sedangkan untuk fasilitas olah raga di ruang terbuka dibatasi maksimal 75 persen, termasuk pula untuk pasar tradisional pembatasan pengunjung 75 persen dari kapasitas.

Tinggalkan Balasan