SEMARANG, beritajateng.tv – Di bawah kepemimpinan Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Pemerintah Kota berhasil menyabet penghargaan atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan score 3,5254 dan Status Kinerja Tinggi.
Prestasi tersebut berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) Tahun 2023.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhamad Tito Karnavian menyerahkan penghargaan secara langsung usai Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXVIII Tahun 2024 di Halaman Balaikota Surabaya, Kamis 25 April 2024.
BACA JUGA: Wisuda ke-174 Undip, Mbak Ita Lulus Doktoral Predikat Summa Cumlaude dan Bagikan Tips Berprestasi
Sedikit informasi, peringatan Hari Otda XXVIII di Surabaya mengambil tema “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang Sehat”.
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa selama 28 tahun berlalu, otonomi daerah telah memberikan dampak positif. Terutama dalam meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kemampuan Fiskal Daerah.
“Kepada daerah-daerah otonom baru yang telah berhasil meningkatkan PAD dan kemampuan fiskalnya. Peningkatan tersebut harapannya bisa dimanfaatkan untuk program pembangunan dan kesejahterakan rakyat. Sehingga dapat meningkatkan angka IPM, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan konektivitas serta akses infrastruktur,” kata Tito.
Ia meminta agar daerah yang IPM-nya masih rendah da masih tinggi tingkat angka kemiskinan serta infrastruktur belum baik agar melakukan evaluasi. Hal ini memastikan bahwa penyusunan program dan kegiatan dalam APBD agar tepat sasaran, efektif serta efisien.
Tito mengimbau daerah dengan PAD rendah agar melakukan terobosan dan inovasi untuk menggali berbagai potensi yang dapat memberikan nilai tambah serta peningkatan bagi PAD. Tentunya harus sesuai aturan dan tanpa melanggar hukum dan norma yang ada serta tidak memberatkan rakyat.
“Implementasi pengembangan wilayah penting, melalui pendekatan kebijakan yang berkelanjutan dan implementasi regulasi Ekonomi Hijau,” kata Tito.
Penghargaan Pemerintah Daerah dengan Kinerja Tinggi
Usai upacara, Mendagri menyerahkan Piagam penghargaan untuk lima Provinsi, 14 kabupaten dan 10 kota berprestasi berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) Tahun 2023.
BACA JUGA: Viral Mobil Plat H Merah Isi BBM Pertalite Ternyata Milik Pemprov Jateng, BPKAD Duga Video Lama
Kota Semarang, menjadi salah satu dari 10 kota yang menerima piagam penghargaan atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan score 3,5254 dan Status Kinerja Tinggi.
Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Kota Semarang, Muhammad Khadik mewakili Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menerima piagam penghargaan tersebut.
“Saya mendapatkan tugas dari Bu Wali Kota. Sebenarnya bu Wali ingin hadir secara langsung, sesuai agenda awal sebenarnya pemberian penghargaan teragenda malam hari. Ternyata ada perubahan karena pak Mendagri tidak bisa sampai malam,” ujar Khadik, Kamis (25 April 2024).
Akhirnya, lanjut dia, pemberian penghargaan yang awalnya terjadwal malam hari di reschedule menjadi saat upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) XXVIII Tahun 2024.
“Usai upacara Hari OTDA, berlanjut acara inti dan pemberian penghargaan. Karena Ibu Wali Kota masih melaksanakan Wisuda Doktoral di Undip, sehingga otomatis tidak bisa hadir,” kata Khadik.
“Saya mewakili Walikota menerima piagam penghargaan karena prestasinya dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan kategori tinggi dengan skor 3,354,” kata dia.
Sehingga, lanjutnya, Kota Semarang mendapat penghargaan berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah (EPPD) tahun 2023.
“Jadi itu evaluasi pada 2023, hasil evaluasi rupanya skor kota Semarang tinggi. Sehingga mendapatkan Piagam penghargaan dari Mendagri,” jelas Khadik. (*)
Editor: Elly Amaliyah





