HeadlinePendidikan

Wisuda ke-174 Undip, Mbak Ita Lulus Doktoral Predikat Summa Cumlaude dan Bagikan Tips Berprestasi

×

Wisuda ke-174 Undip, Mbak Ita Lulus Doktoral Predikat Summa Cumlaude dan Bagikan Tips Berprestasi

Sebarkan artikel ini
Wisuda ke-174 Undip, Mbak Ita Lulus Doktoral Predikat Summa Cumlaude dan Bagikan Tips Berprestasi
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengikuti prosesi wisuda ke-147 Universitas Diponegoro (Undip). (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengikuti prosesi wisuda ke-174 Universitas Diponegoro (Undip) di Gedung Muladi Dome Tembalang Semarang, Kamis 25 April 2024.

Mbak Ita, sapaannya berhasil meraih gelar doktor dengan predikat Summa Cumlaude atau IPK sempurna 4.00 Program Studi Doktor Administrasi Publik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

“Tentunya sangat senang terharu bangga karena saya bisa menjadi bagian dari teman-teman yang di wisuda di Muladi Dome Undip Tembalang ini,” ujar Mbak Ita.

Ia mengaku jika butuh perjuangan untuk mendapatkan predikat summa cumlaude. “Ini perjuangan yang tidak sia-sia karena memang harus meluangkan waktu. Termasuk berkurangnya waktu bersosialisasi dengan teman teman dan komunitas,” kata dia.

BACA JUGA : Mbak Ita Selesaikan Pendidikan S3 dengan IPK 4.00 Summa Cumlaude

Keinginan untuk melanjutkan pendidikan Magister Bisnis

Setelah resmi mendapatkan gelar doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Mbak Ita bahkan ingin merambah Magister Bisnis.

“Saya tidak ingin berhenti disini. Saya selalu merasa haus ilmu, merasa masih kurang cukup. Kalau S1 Pertanian, S2 dan S3 ambil di FISIP. Tapi saya merasa masih ada yang kurang lagi, yakni masuk di perekonomian dan harus belajar lagi di bidang bisnis,” ujarnya.

Bukan hal yang mudah untuk mendapatkan predikat Summa Cumlaude, untuk itu dirinya membagikan tips bagi mahasiswa yang kini tengah berjuang menyelesaikan study termasuk skripsi, tesis bahkan disertasi.

“Tentunya, kalau kita ingin mendapatkan yang terbaik, itu pasti ada pengorbanan. Tidak mungkin engga,” ujar Mbak Ita usai prosesi wisuda di Gedung Muladi Dome Undip, Tembalang, Semarang.

Mbak Ita menyebut, harus memilah dan memilih menentukan mana skala prioritas dalam hidup yang harus segera dikerjakan.

BACA JUGA: Video Walikota Semarang Mbak Ita Raih Gelar Doktor dan IPK 4.00

“Tentunya ada skala prioritas, kalau bekerja tentu prioritas utama pekerjaan. Kemudian prioritas kedua sekolah dan rumah tangga kalau sudah menikah,” Kata dia.

Sedangkan, lanjut dia, jika dulunya masih bisa bersenang-senang, berkumpul dengan teman, namun karena ingin cepat selesai jurnal atau bahkan disertasi maka harus berkurang mainnya.

Berbagi Tips Raih Summa Cumlaude

“Jadi yang kadang-kadang hilang ya mainnya ‘dolannya’, mungkin juga kurang tidurnya. Kita harus membagi pada saat jam kerja. Tetapi saat malam atau sore saat tidak ada pekerjaan kita bisa mengerjakan disertasi,” jelasnya.

Tips selanjutnya, kata dia, yakni apabila mendapat koreksi dari promotor maka harus segera mengerjakan.

“Sebenarnya saat kita sudah mendapatkan koreksi, revisi atau bahan-bahan disertasi tentunya harus langsung kerjakan. Jangan menunda-nunda,” kata dia.

Kemudian, kata Mbak Ita, harus sering membaca referensi termasuk membaca jurnal-jurnal dan membuat jurnal.

Tak hanya itu, Wali Kota perempuan pertama di kota Semarang ini juga tak malu untuk bertanya kepada para senior maupun dosen jika terdapat hal yang tidak ia ketahui.

“Kita harus mau belajar dengan senior kita, belajar dari pengajar dan dosen. Saya bahkan tidak malu belajar dari pak Bambang Pramusinto. Walaupun beliaunya kepala dinas atau jajaran saya tapi beliau lebih senior dari saya kalau urusan doktor atau pendidikan,” Imbuh dia.

Tak sampai di situ, Mbak Ita juga tak malu untuk bertanya jika memiliki kendala dalam pembuatan jurnal-jurnal dan disertasi.

“Di Pemerintah Kota Semarang ini kan banyak contohnya, seperti mas Safrinal doktor ahli lingkungan. Saat saya mengambil disertasi terkait kota lama. Beliau yang doktor ahli lingkungan sangat membantu. Ya gak perlu malu untuk belajar dengan teman maupun staf kita atau eselon II gak perlu malu. Jangan merasa kita yang paling pinter,” bebernya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp