SEMARANG, beritajateng.tv – Pada Pemilihan Wali Kota Semarang 2024 lalu, Plt. Ketua Panser Biru, Kepareng Wareng, menjadi salah satu sosok yang menjadi perbincangan. Ia bersikeras “menumbangkan” calon Wali Kota nomor urut 2, Yoyok Sukawi, yang sekaligus CEO PSIS Semarang.
Terlebih, beberapa waktu yang lalu pihak Yoyok Sukawi sempat berusaha menjebloskan Wareng ke bui dengan melaporkannya ke polisi.
Hingga kini pihak Panser Biru dan kelompok suporter lainnya masih terus berseteru dengan manajemen PSIS. Ia pun membeberkan alasannya mengalahkan Yoyok Sukawi dalam Pilkada 2024.
BACA JUGA: Panser Biru Bersikeras Boikot Laga Kandang PSIS Semarang, Wareng: Kita Bikin Rugi 1 Tahun Rp30 M
“Saya juga Yoyok sukawi tawari untuk jadi tim [sukses] tapi saya permintanya kan [PSIS] itu tadi harus profesional. Dalam artian, kalau manajemen manajer kan ngurus PSIS ya ngurus PSIS saja, jadi yang politik ya politik,” tutur Wareng dalam podcast bareng beritajateng.tv, belum lama ini.
“Kalau mau ke politik nanti kita dukung tapi gak pakai nama Panser Biru. Tapi kita lihat beberapa kali pertandingan [PSIS] jelek terus. Wah, kalau gak bisa ngalahke [Yoyok] ya PSIS bakale kayal gini terus. Loyalitas kita jadi mainan politikus, makanya ya [Yoyok] mau tidak mau harus dilawan,” imbuhnya.
Alasan pentolan Panser Biru, Kepareng Wareng, dukung Agustin-Iswar di Pilwalkot Semarang 2024
Lebih lanjut, ia mengaku memilih mendukung paslon nomor urut 01 usungan PDIP, Agustina Wilujeng-Iswar Aminuddin, lantaran sebagian besar orang dari DPP Panser Biru justru merapat ke Yoyok Sukawi.
“Sebenarnya bukan pakai nama pribadi. Jadi di Panser Biru itu kan ada DPP 35 orang, sebelum saya merapat ke 01 itu ada 12 DPP yang Yoyok tarik untuk kerja jadi tim suksesnya. Saya mau tidak mau kalau kontra ya harus berdiri milih Agustin. Kan Bu Agustin enggak ada dukungan suporter,” ungkapnya.
BACA JUGA: Gagal Samakan Kedudukan, PSIS Semarang Tumbang 1-3 dari Malut United di Kandang Jatidiri




