Feature

Sempat Tak Direstui Orang Tua, Begini Kisah Sila Guna Jadi ‘Biarawati Buddhis’ di Usia Belia

×

Sempat Tak Direstui Orang Tua, Begini Kisah Sila Guna Jadi ‘Biarawati Buddhis’ di Usia Belia

Sebarkan artikel ini
atthasilani
Atthasilani yang satu ini telah memantapkan hatinya sebagai biarawati Buddhis sejak usia 18 tahun. Beginilah sepak terjang kisahnya! (Made Dinda Yadnya Swari/beriajateng.tv)

Memotong rambut layaknya seorang Bhikku menjadi keharusan bagi perempuan yang memilih jalan hidup Atthasilani. Tak hanya itu, mereka juga tidak boleh menggunakan riasan dan wewangian dengan tujuan mempercantik diri.

Namun, hal ini bukanlah masalah bagi Sila Guna. Ia juga bercerita makna mendalam kenapa Bhikku dan Atthasila memotong rambutnya.

“Sederhananya cukur rambut itu supaya kita ini lebih hidup sederhana, tidak hanya fokus merawat rambut saja ya. Kan melepas rambut itu tidak mudah bagi setiap perempuan, karena rambut itu dianggap mahkota yang membuatnya cantik,” ungkapnya.

Baginya, rambut dan kulit menjadi suatu objek perenungan bahwa hidup ini tidaklah kekal.

“Ada lima perenungan yang kita harus lihat sebagai objek perenungan, salah satunya rambut dan kulit yang kita lihat itu tidak menarik dan juga kekal. Misalnya kulit, kulit kan hanya sebagai lapisan tipis yang menutupi organ tubuh yang tak indah ini,” ujarnya.

Di akhir wawancara, Sila Guna selalu berpesan agar kehidupan sebagai seorang manusia janganlah kita isi dengan hal-hal buruk. Hal itu tak terlepas dari hukum sebab-akibat yang menjadi salah satu kepercayaan dalam Buddhisme.

“Menjadi manusia itu jangan berbuat buruk lah. Selalu berbuat kebaikan untuk sesama, sebab apa yang kita tanam itu yang nanti akan kita tuai,” pungkas Atthasilani Gunanandini. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp