SEMARANG, beritajateng.tv – Sekitar 80 karya seni rupa dan arsitektur dari tugas akhir mahasiswa terpajang di Galeri Arsitektur Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Selasa, 30 Januari 2024.
Pameran yang bertajuk Art and Architecture (ARTCHI) itu menampilkan karya dari mahasiswa Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI) UIN Walisongo Semarang. Sesuai jurusannya, karya mereka fokus dalam menampilkan desain arsitektur yang bernapaskan Islami.
Karya dalam pameran itu merupakan tugas akhir mahasiswa, baik berupa Dwimatra, gambar bentuk dan lukis, SSA (Studio serupa arsitektur), hingga DPA (dasar perancangan arsitektur). Selain itu, juga ada berbagai karya berupa karya lukis, kaligrafi, sketsa, dan miniatur bangunan ikonik di Kota Semarang seperti Taman Indonesia Kaya.
Salah satunya karya milik Komala Sari. Ia membuat rancangan arsitektur bertajuk ‘Public Space di Pemukiman Pengrajin Bambu’.
BACA JUGA: Prodi ISAI UIN Walisongo Gelar Pameran Seni dan Arsitektur, Ada 230 Seniman dari 37 Negara
Sementara itu, Ketua Panitia ARTCHI, Bima Rian Pratama, mengungkapkan, pameran ARTCHI bertujuan untuk mengapresiasi hasil karya terbaik mahasiswa ISAI UIN Walisongo.
Seluruh hasil karya yang tampil di sana merupakan pilihan terbaik dari tugas Ulangan Akhir Semester (UAS) mahasiswa angkatan 2021, 2022, dan 2023 yang telah lewat proses kurasi.
Bima mengatakan, semangat mahasiswa ISAI UIN Walisongo sangat bersemangat dalam mengupayakan inspirasi agar melahirkan desain bergaya modern. Hal tersebut, kata Bima, bisa memberikan kesan yang tidak monoton dan menghasilkan lukisan luwes atau arsitektur yang kontekstual.
“Untuk mengapresiasi karya terbaik mahasiswa ISAI, kami mempunyai inspirasi desain yang lebih modern jadi tidak monoton. Berharap lebih baik dalam berkarya dan inspirasi kami lebih luas,” ujarnya saat beritajateng.tv berkunjung, Selasa, 30 Januari 2024.
Pameran ARTCHI tunjukkan perpaduan seni dan arsitektur islam
Lebih lanjut, Kepala Program Studi ISAI, Zainul Adfar, menjelaskan, tujuan pameran tersebut untuk mengarahkan kemampuan mahasiswa di bidang seni arsitektur.
Meski merupakan hasil tugas akhir dari mahasiswa, namun ia menjamin adanya proses seleksi dan kurasi dari pihak yang berpengalaman.
“InsyaAllah karya-karya yang ada di dalam layak untuk dinikmati dan bisa dipertanggungjawabkan. Bukan karya yang sekadar copy-paste, tetapi karya yang telah melalui pengembaraan,” katanya.
BACA JUGA: Pameran Seni Rupa ‘Beyond Language’, Satukan Bahasa Ekspresi dari Empat Perupa
Selain itu, lanjutnya, pameran ARTCHI juga sekaligus sebagai bentuk penegasan bahwa seni, arsitektur, dan seni islam bisa menjadi satu kesatuan yang berjalan seiringan. Pasalnya, selama ini banyak yang menyebut kemampuan seni dan arsitektur terpisah.
“Jadi mahasiswa ISAI tidak bisa memihak salah satu darinya. Karenya pameran ARTCHI tidak hanya menampilkan karya seni lukis saja namun ada arsitekturnya juga,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pameran ARTCHI masih berlangsung hingga 10 Februari 2024 mendatang dan terbuka untuk umum. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





