SEMARANG, beritajateng.tv – Petugas menghentikan paksa aktivitas dua tempat usaha di Jalan Pamularsih. Langkah penertiban PKL angkringan Semarang ini terjadi akibat para pemilik nekat mengabaikan aturan protokol kesehatan.
Tim PPKM Mikro sejatinya sudah memberi peringatan keras kepada para pedagang tersebut. Namun, para pengelola usaha tetap membiarkan kerumunan warga tanpa masker di lokasi.
Sikap Tegas Penertiban PKL Angkringan Semarang
Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto memimpin langsung aksi penertiban di lapangan. Beliau membubarkan pengunjung yang berkerumun demi mencegah penularan wabah Covid-19.
“Dua angkringan terpaksa kita bubarkan karena terjadi kerumunan yang luar biasa. Dua tempat itu sebelumnya sudah diperingatkan anggota PPKM Mikro tapi ndablek, maka kita turun tangan,” ujar Fajar.
Fajar mengingatkan bahwa pemerintah kota memang memberi kelonggaran jam operasional usaha. Meskipun demikian, seluruh pelaku usaha wajib menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
“Selama ada kelonggaran, kita razia bukan lagi pada jam operasional, tapi pada penegakkan protokol kesehatan. Kalau bandel pasti kita tindak tegas,” tandas Fajar.
Selain menyasar pedagang makanan, petugas menindak tegas keberadaan lapak perjudian togel. Tim gabungan membongkar tempat judi di Jalan WR Supratman serta area Puspogiwang Barat.
“Untuk lapak judi togel sudah kita razia sejak awal puasa untuk cipta kondisi, tapi masih banyak yang membuka lapak judi di bulan ramadhan,” terang Fajar.
Satpol PP menyita seluruh peralatan judi guna menjaga kesucian bulan suci Ramadhan. Pihaknya berkomitmen memberantas tempat perjudian liar di seluruh wilayah Kota Semarang.
“Maka kita lakukan penertiban dengan membongkar, menyita peralatan judi togel,” lanjut mantan Kepala Dinas Perdagangan tersebut.
Guna mencegah kemunculan klaster baru, petugas bakal menggelar inspeksi rutin setiap malam. Pihak Satpol PP tidak ragu menyegel tempat usaha yang membandel.
“Kita akan terus melakukan pemantauan, teguran, tapi kalau tetap membandel, pasti kita tertibkan,” tegas Fajar.





