BACA JUGA: Dukung Inklusif Disabilitas, Difabel Blora Mustika Gandeng Baznas untuk Program Bantuan Kaki Palsu
Pendampingan ԁiperlukan karena penerima harus beradaptasi dengan alat bantu tersebut agar dapat ԁigunakan secara nyaman dan aman dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
TKSK Ungaran Timur, Ary Prasetyawan, mengatakan penerima manfaat dapat berkonsultasi selama proses penyesuaian penggunaan kaki palsu. “Kami siap membantu,” ujarnya.
Salah seorang penerima bantuan, Maryono (53), warga Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, mengaku bersyukur akhirnya mendapatkan kaki palsu setelah bertahun-tahun harus beradaptasi dengan kondisi fisiknya.
Maryono mengalami cacat permanen akibat kecelakaan kerja. Kondisi tersebut membuat aktivitasnya sebagai tulang punggung keluarga menjadi lebih terbatas.
Kini, ia berharap kaki palsu yang ԁiterimanya dapat membantunya kembali lebih leluasa beraktivitas.
“Pasti bersyukur dengan bantuan kaki palsu ini. Semoga nantinya bisa semakin memudahkan sekaligus menunjang berbagai aktivitas saya,” tandas Maryono. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





