Menurut Dessaf, tingginya minat konsumen menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hunian yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga sehat dan berkelanjutan. Kehadiran inner court menjadi nilai tambah karena mampu menciptakan ruang hidup yang lebih tenang dan teduh.
“Inner court membuat rumah terasa lebih hidup. Cahaya dan udara alami masuk dengan optimal, sehingga suasana rumah menjadi lebih hangat dan meningkatkan kualitas hidup penghuninya,” ujarnya.
Citraland BSB City Semarang sendiri merupakan kawasan hunian terpadu besutan Grup Ciputra yang telah berpengalaman lebih dari 44 tahun di industri properti. Kawasan ini berdiri di atas lahan hampir 1.000 hektare di kawasan Bukit Semarang Baru.
Lokasinya dinilai strategis karena memiliki akses yang dekat dengan bandara dan jalan tol. Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari danau, jogging track, pusat perbankan, sekolah, sarana olahraga, hingga pusat perbelanjaan dan area perkantoran.
Dessaf menyebut keberadaan ratusan warga negara asing yang menetap di Citraland BSB City Semarang turut menjadi indikator kuat prospek kawasan tersebut. Saat ini, sekitar 300 ekspatriat tercatat telah tinggal dan beraktivitas di kawasan tersebut, dan jumlahnya di perkirakan terus bertambah.
“Citraland BSB City Semarang memiliki prospek investasi yang menjanjikan. Pertumbuhan nilai sewa dan capital gain cukup baik. Di dukung keberadaan ekspatriat yang tinggal dan menjalankan usaha di kawasan ini,” pungkasnya.
Dengan konsep inner court dan standar bangunan hijau, Serena Hill harapannya menjadi pilihan hunian masa depan bagi masyarakat yang mengutamakan kenyamanan, kesehatan, sekaligus nilai investasi jangka panjang. (*)
Editor; Elly Amaliyah





