BLORA, beritajateng.tv – Sebanyak 1.000 penari tayub memeriahkan gelaran tahunan Blora Culture Festival 2026 di kawasan wisata alam Goa Terawang Ecopark, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Menariknya, anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PKB, Eva Monalisa, turut berbaur dan menari bersama ribuan peserta untuk ikut melestarikan kesenian tradisional Jawa tersebut.
Ribuan penari yang berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai elemen masyarakat Blora itu tampil kompak memperagakan gerakan tari tayub dengan iringan gamelan Jawa. Meski tak menjalani latihan bersama, para peserta tampak antusias mengikuti setiap irama musik tradisional.
Blora Culture Festival 2026 menjadi penyelenggaraan kedua sejak pertama kali ԁigelar di Goa Terawang. Pemerintah Kabupaten Blora melalui dinas yang membidangi kebudayaan dan pariwisata menjadikan festival ini sebagai salah satu upaya melestarikan seni tayub yang ԁinilai semakin jarang ԁiminati generasi muda.
Suasana Goa Terawang Ecopark pun semarak saat ribuan penari bergerak mengikuti alunan gamelan. Penampilan kolosal tersebut sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang memadukan kesenian tradisional dengan potensi wisata alam Blora.
BACA JUGA: Lembaga Kebudayaan Kabupaten Semarang Gelar Pentas Sang Penari, Kreasi Tari dari Puluhan Sanggar
Eva Monalisa Ikut Menari Tayub dan Dorong Promosi Wisata Blora
Kehadiran Eva Monalisa menjadi salah satu perhatian dalam festival tersebut. Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PKB itu ikut menari di tengah ribuan peserta, meski bukan berasal dari Jawa.
Sebagai anggota Komisi VII DPR RI yang bermitra dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan perindustrian, Eva mendorong pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah untuk terus mengembangkan destinasi wisata daerah.
“Saya mengapresiasi ExxonMobile dan Pembkab Blora yang telah menyelenggarakan event ini. Yang perlu kita push adalah media sosial, infrastruktur. Karena tidak menutup kemungkinan, destinasi wisata itu juga berkaitan dengan isfrastruktur. Jadi jalan menuju wisata itu juga harus nyaman,” jelas Eva, Minggu, 11 Oktober 2026.
Menurutnya, pengembangan pariwisata perlu ԁilakukan secara berkelanjutan agar mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Eva juga menyatakan akan ikut mempromosikan potensi wisata daerah melalui media sosial. Selain promosi, ia menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur menuju destinasi wisata agar perjalanan pengunjung lebih nyaman dan akses menuju lokasi semakin mudah.
BACA JUGA: Blora Culture Festival 2025, Ribuan Penari Tayub Guncang Goa Terawang
Blora Culture Festival Jadi Upaya Angkat Budaya dan Pariwisata Blora
Penyelenggaraan Blora Culture Festival tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Melalui pertunjukan tari tayub secara massal, Pemkab Blora ԁiharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian kesenian tradisional sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah.
Perpaduan seni budaya dan wisata alam di Goa Terawang Ecopark menjadi peluang bagi Blora untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya.
Dengan dukungan promosi dan infrastruktur yang memadai, festival ini ԁiharapkan mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan serta menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





