BLORA, beritajateng.tv – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Blora, Ainia Salichah, mengajak penyelenggara kegiatan di Kabupaten Blora untuk menghadirkan event yang mampu menarik minat publik.
Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan berskala besar ԁiharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ajakan tersebut ԁisampaikan dalam kegiatan yang membahas pengembangan potensi seni dan budaya lokal melalui penyelenggaraan event nasional di Kabupaten Blora, Minggu, 11 Oktober 2026.
Menurut Ainia, penyelenggaraan event perlu ԁirancang secara kreatif dan memiliki daya tarik agar mampu mendatangkan pengunjung, termasuk dari luar daerah.
Dengan meningkatnya kunjungan masyarakat, peluang usaha bagi pelaku UMKM, perajin, pedagang kuliner, hingga sektor jasa juga semakin terbuka.
BACA JUGA: Seribu Penari Tayub Guncang Goa Terawang Blora, Anggota DPR RI Eva Monalisa Ikut Joget
Salah satu contoh kegiatan yang dapat menjadi inspirasi adalah event olahraga seperti Blora Run. Kegiatan semacam ini berpotensi menarik peserta dari berbagai wilayah sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
“Kalau ada event di Blora, mari kita buat kegiatan yang bisa menarik publik. Jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga harus memberikan dampak bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” tuturnya.
Ainia berharap, penyelenggara kegiatan dapat melibatkan pelaku UMKM lokal sebagai bagian penting dari rangkaian acara.
Dengan begitu, event tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang promosi dan pemasaran produk unggulan Blora.
Alun-alun Blora Jadi Ruang Pengembangan UMKM
Ainia juga mendorong agar kegiatan tahunan yang ԁigelar di kawasan Alun-alun Blora terus ԁikembangkan sebagai sarana menggerakkan ekonomi masyarakat.
Salah satunya melalui bazar UMKM selama bulan Ramadan yang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada pengunjung.
Kegiatan seperti Gebyar Ramadan dapat menjadi contoh bagaimana sebuah event mampu memadukan aktivitas ekonomi, hiburan, seni, dan budaya dalam satu ruang publik.





