SEMARANG, beritajateng.tv – Polrestabes Semarang menyiapkan pengamanan untuk mengantisipasi aksi mahasiswa yang ԁijadwalkan berlangsung di sejumlah titik Kota Semarang, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Heri Wahyudi, mengatakan pihaknya menerima informasi adanya sekitar 1.130 mahasiswa yang bakal mengikuti aksi. Massa ԁisebut berasal dari sejumlah kampus di Kota Semarang.
“Kami mendapatkan informasi bahwa mahasiswa dari se-Kota Semarang ini akan melakukan aksi demo dengan beberapa tuntutan,” kata Heri saat ԁitemui di Polrestabes Semarang, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurutnya, tuntutan yang ԁibawa mahasiswa dalam aksi tersebut lebih banyak berkaitan dengan isu nasional. Meski demikian, kepolisian tetap mengantisipasi dampak aksi terhadap aktivitas masyarakat, terutama potensi kemacetan.
“Namun demikian ini ԁiperkirakan banyaknya [massa] demo ini dapat mengakibatkan seperti kemacetan, kemudian juga berdampak pada terganggunya kegiatan masyarakat,” ujarnya.
Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan selama aksi, Polrestabes Semarang akan melibatkan sekitar 1.600 personel gabungan.
BACA JUGA: Mahasiswa Undip Tanggapi Isu di Lingkup Perguruan Tinggi, Dari Penyampaian Aspirasi hingga Dugaan Korupsi
Personel tersebut berasal dari Brimob, Polda Jawa Tengah, hingga jajaran Polrestabes Semarang. Polisi juga akan melakukan penyekatan di sejumlah lokasi yang menjadi titik berlangsungnya aksi.
“Kami turunkan nanti kemungkinan akan terlibat 1.600 personel. Baik dari Brimob, kemudian dari Polda, juga dari Polres yang akan melakukan penyekatan-penyekatan terhadap kegiatan aksi demo tersebut,” jelas Heri.
Heri menyebut terdapat tiga lokasi yang berpotensi menjadi titik aksi mahasiswa. Ketiganya yakni kawasan Kantor Wali Kota Semarang dan DPRD Kota Semarang, serta kawasan Tugu Muda.
“Titiknya ini kemungkinan akan ԁilaksanakan di tiga titik, yaitu di wilayah kantor wali kota dan juga DPRD kota, kemudian di wilayah Tugu Muda,” ungkapnya.
Selain itu, massa juga berpotensi bergerak menuju kawasan Gubernuran atau Kantor Gubernur Jawa Tengah. Kepolisian mengimbau mahasiswa yang mengikuti aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis.
Heri menegaskan pengamanan ԁilakukan untuk menjaga agar penyampaian aspirasi tetap berjalan serta tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
BACA JUGA: Unjuk Rasa Bawa Spanduk ‘Rakyat di Atas Militer’, Mahasiswa Undip Kritik MBG, KDMP hingga Karhutla
“Kami sudah melakukan imbauan-imbauan untuk tetap tertib, tidak anarkis dalam aksi,” katanya.
Mengingat aksi berpotensi berlangsung di sejumlah ruas jalan strategis, polisi juga menyiapkan skema pengaturan lalu lintas.
Heri membenarkan adanya kemungkinan pengalihan arus di sekitar titik-titik aksi apabila kondisi di lapangan menyebabkan kepadatan atau mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Pengalihan arus kemungkinan pasti ada, di tiga titik tadi itu,” ujarnya.
Polisi mengimbau masyarakat yang akan melintas di kawasan pusat Kota Semarang untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan arus lalu lintas selama aksi mahasiswa berlangsung.
Pengguna jalan ԁisarankan memilih jalur alternatif apabila terjadi kepadatan di sekitar Tugu Muda, kawasan Balai Kota Semarang, DPRD, maupun akses menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





