Pariwisata

Sering Jadi Tempat Uji Nyali! Begini Fakta Menarik Seputar Destinasi Candi Tugu Semarang

×

Sering Jadi Tempat Uji Nyali! Begini Fakta Menarik Seputar Destinasi Candi Tugu Semarang

Sebarkan artikel ini
Destinasi Candi Tugu
Destinasi Candi Tugu. (instagram/@wantinurjadid)

SEMARANG, beritajateng.tv – Destinasi Candi Tugu yang berlokasi di bukit kelurahan Tugurejo ternyata bukanlah sembarang wisata biasa.

Tempat ini memiliki daya tarik tersendiri berbeda dengan candi pada umumnya yang berlokasi di Semarang. Salah satunya yaitu anak tangga sebanyak 99 dan 20 anak tangga apabila ingin melewati dari sisi utara candi.

Menariknya di tempat tersebut yakni suasananya yang begitu tenang dengan pemandangan alam yang indah. Namun meski demikian, ada beberapa fakta menarik yang perlu kamu ketahui di tempat yang satu ini loh.

BACA JUGA: 4 Daftar Penginapan Strategis dekat Wisata Candi Borobudur, yang Terakhir Paling Unik!

Berikut informasinya seputar beberapa fakta menarik yang ada di wisata Candi Tugu.

Destinasi Candi Tugu Semarang

Beragam ritual dan acara doa telah beberapa kali telah berlangsung di sana. Namun, kegiatan yang berhubungan dengan klenik lebih sering terjadi di sebuah gua yang terletak di bawah candi.

Gua tersebut telah diberi dinding sehingga menyerupai struktur candi. Selain itu, aktivitas doa dengan Tawasul juga kerap terjadi di sekitar area candi.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk melestarikan budaya. Hingga saat ini, kedatangan masyarakat ke lokasi tersebut umumnya bertujuan untuk berwisata, berdoa, mencari wangsit, atau menguji nyali.

Setiap hari Minggu, rutin sebuah kegiatan bersih-bersih di kawasan tersebut sebagai upaya untuk menjaga dan merawat area Candi Tugu.

BACA JUGA: 6 Rekomendasi Wisata Candi di Jogja Selain Prambanan, Mampir Yuk Mumpung Masih Libur Lebaran

Juru kunci Candi Tugu, Sumarto, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang ia ketahui, lokasi tersebut memiliki kaitan dengan perbatasan antara Kerajaan Majapahit dan Pajajaran.

Informasi yang ia terima secara turun-temurun menyebutkan bahwa tugu di tempat itu pernah roboh sebelum akhirnya berdiri kembali pada tahun 1938.

Menurut cerita, tugu tersebut juga pernah menjadi tempat tambatan kapal. Selain itu, di dekat tugu terdapat makam yang terkenal sebagai Makam Kiai Tugu.

Sumarto juga menunjukkan sebuah buku berukuran kertas HVS yang berisi sejarah mengenai monumen atau tugu tersebut.

Dalam buku itu diceritakan bahwa tugu tersebut diyakini sebagai tanda perbatasan antara Kerajaan Majapahit dan Pajajaran. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan lainnya lewat WhatsApp Channel beritajateng.tv dengan klik tombol berikut:
Gabung ke Saluran