Ekbis

8.523 Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah Didorong Perkuat Ekonomi Desa

×

8.523 Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah Didorong Perkuat Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
8.523 Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah Didorong Perkuat Ekonomi Desa
Presskon Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah. (Doc DJP I)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ribuan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah mulai menunjukkan kesiapan untuk mengambil peran strategis sebagai simpul distribusi ekonomi daerah.

Pemerintah menilai keberadaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan ini berpotensi menjadi penggerak kemandirian ekonomi sekaligus penguat rantai distribusi kebutuhan masyarakat.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan menilai kesiapan tersebut tercermin dari kelembagaan koperasi yang semakin solid. Sumber daya manusia yang terus di perkuat, serta dukungan sarana dan prasarana yang berkembang merata di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Negara Jawa Tengah, Bayu Andy Prasetya, mengatakan hingga awal 2026 terdapat 8.523 Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah. Koperasi ini telah berbadan hukum dan memiliki struktur pengurus serta pengawas yang lengkap.

“Secara kelembagaan, koperasi merah putih di Jawa Tengah sudah siap beroperasi. Ini menjadi modal penting untuk mendorong peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan,” ujar Bayu.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia juga terus berjalan. Bayu menyebut, pelatihan telah menjangkau 1.120 pendamping koperasi serta lebih dari 17 ribu pengurus di berbagai daerah. Upaya ini menurutnya krusial agar koperasi mampu mengelola usaha secara profesional dan berdaya saing.

BACA JUGA : Meski Banyak Belum Punya Tempat, Ratusan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Semarang Sudah Berjalan

Dari sisi infrastruktur, perkembangan koperasi merah putih di Jawa Tengah menunjukkan tren positif.

Sebanyak 8.505 koperasi telah memiliki akun Simkopdes, di dukung keberadaan 7.019 gerai yang tersedia dan 9.411 gerai aktif. Selain itu, tercatat 527 permohonan kemitraan ke BUMN dengan total 2.182 pengajuan kerja sama.

Progres pemetaan lahan dan gudang juga terus bergerak. Dari kebutuhan 4.368 titik lahan atau gudang, sebanyak 1.712 titik telah di nyatakan siap bangun.