SEMARANG, beritajateng.tv – Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, sebanyak 16 tim Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dari seluruh kecamatan di Kota Semarang unjuk keterampilan dalam lomba pemadaman kebakaran dan penyelamatan korban.
Sejak pagi, suasana di lokasi lomba di Jalan Madukoro Raya Nomor 6 Semarang terpenuhi semangat para peserta. Mereka tidak hanya dituntut bergerak cepat, tetapi juga harus menunjukkan ketepatan dalam menangani situasi darurat.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Damkar Kota Semarang, Catur Tri Gangga, mengatakan lomba tersebut merupakan kompetisi Redkar tingkat Kota Semarang.
“Hari ini ada lomba relawan pemadam kebakaran se-Kota Semarang. Perwakilan dari kecamatan ada 16 kecamatan, berarti ada 16 tim,” ujarnya di sela-sela acara.
BACA JUGA: Antisipasi Kebakaran Gunungan Sampah di TPA Blondo, Damkar Lakukan Penyiraman Berkala
Dalam perlombaan tersebut, setiap tim diuji melalui sejumlah tahapan yang menggambarkan kondisi penanganan kebakaran di lingkungan masyarakat.
Peserta harus melakukan pemadaman api pada kompor, menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), hingga melakukan evakuasi korban. Kecepatan dan ketepatan menjadi bagian penting dalam penilaian.
“Nanti yang kami nilai adalah pemadaman api di kompor, bagaimana cara penggunaan APAR, terus bagaimana cara mengevakuasi korban. Nah, itu nanti dalam satu perlombaan akan ternilai siapa yang tercepat ke garis finish,” jelasnya.
Bukan Sekadar Lomba, Pelatihan Redkar Hadapi Kebakaran
Di balik semarak perlombaan, terdapat misi yang lebih besar, yakni meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kebakaran.
Menurut Catur, kemampuan memadamkan api pada tahap awal sangat penting. Sebab, semakin cepat kebakaran tertangani, semakin besar peluang api tidak meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.
“Iya, ini sebagai peran edukasi kepada masyarakat bahwa di rumah kita harus tanggap, sigap, cepat untuk menangani api awal pada kebakaran,” katanya.
Para relawan tersebut sebelumnya telah dibentuk dan dilatih untuk membantu masyarakat di wilayah masing-masing. Bahkan, tim relawan disiapkan hingga tingkat kelurahan.
“Teman-teman relawan ini memang sudah kami latih dan kami bentuk. Per kelurahan itu ada tim relawan juga,” imbuhnya.
Bagi Catur, kecepatan relawan ketika menghadapi kebakaran bukan hanya soal memenangkan perlombaan. Keterampilan yang terasah dalam kompetisi diharapkan dapat benar-benar digunakan ketika terjadi kejadian darurat di lingkungan warga.
Untuk menambah semangat kompetisi, panitia menyiapkan hadiah bagi tiga tim terbaik. Juara pertama mendapatkan hadiah Rp10 juta, juara kedua Rp7,5 juta, dan juara ketiga Rp5 juta.
Selain lomba Redkar, rangkaian kegiatan di Kantor Damkar Semarang pada Sabtu pagi itu juga terisi dengan peresmian operasional tiga unit kendaraan baru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Semarang oleh Sekretaris Daerah Kota Semarang.
Warga Ikut Unjuk Skill Penyelamatan
Salah satu peserta, Eni (52), warga Semarang Barat, mengaku harus mempersiapkan mental dan teknik sebelum mengikuti perlombaan.
“Yang disiapkan yang pasti mental dan juga teknik, kita harus kuat,” kata Eni.
Dalam kompetisi tersebut, Eni yang sudah berusia lebih dari setengah abad itu masih semangat mendukung timnya di bagian pertolongan atau penyelamatan korban.
Meski mengaku ingin meraih kemenangan, Eni menilai pengalaman mengikuti lomba juga menjadi kesempatan untuk mengasah kesiapsiagaan sebagai relawan.
Menurut Eni, keterampilan yang Redkar miliki juga di butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika terjadi kebakaran atau kejadian lain di wilayahnya, relawan harapannya mampu bergerak membantu masyarakat.
“Kalau misalnya ada kejadian di wilayah saya, otomatis kita harus siap,” tuturnya.
Karena itu, menurut dia, perlombaan tersebut sekaligus menjadi latihan untuk meningkatkan kesigapan relawan.
Semangat Kemerdekaan Terbangun dari Persatuan
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Semarang, Sih Rianung, mengatakan kegiatan tersebut untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus mempererat hubungan antara petugas Damkar dan masyarakat.
“Acara hari ini itu kita menyemarakkan hari ulang tahun kemerdekaan. Di dalamnya terisi keakraban dan peningkatan skill kompetisi,” kata Rianung.
Menurutnya, keberadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan berbagai kejadian, termasuk kebakaran. Karena itu, Damkar tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan kolaborasi dengan warga.
“Kami berkolaborasi dengan masyarakat. Masyarakat yang paling utama untuk negara, jadi kami mendampingi mereka. Ini keakraban kita dengan masyarakat,” ujarnya.
BACA JUGA: Tumpahan Solar di Jalan Blora-Randublatung Bikin Pengendara Terjatuh, Damkar Siram Permukaan Aspal
Rianung menyebut kegiatan serupa terlaksana setiap tahun. Ke depan, pihaknya berencana membuat kegiatan tersebut lebih meriah dengan tetap membawa semangat kebersamaan.
Bagi Rianung, suasana kegembiraan dan keakraban dalam peringatan kemerdekaan harus tetap dibarengi dengan semangat persatuan.
“Setiap tahun. Rencana tahun depan kita adakan lebih meriah lagi,” katanya. (*)
Editor: Farah Nazila





