SALATIGA, beritajateng.tv – Apa jadinya jika 22 mahasiswa internasional diajak field trip sekaligus belajar kewirausahaan mengolah ubi kayu atau singkong, yang di negara mereka ternyata tidak ada.
Tetapi justru inilah keseruan yang dihadirkan oleh Direktorat Kerja Sama (DIKER) UKSW terhadap para mahasiswa asing yang saat ini menempuh studi di kampus UKSW Salatiga.
Mereka merupakan para mahasiswa internasional yang berasal dari berbagai negara, seperti India, Ghana, Bangladesh, serta mahasiswa asal negara tetangga, Timor Leste.
Melalui kegiatan ini para mahasiswa internasional di ajak belajar kewirausahaan langsung dari pelaku UMKM olahan singkong, Argotelo, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.
Mereka diajak belajar mulai dari hulu sampai hilir, seperti dari cara menanam hingga cara mengolah singkong menjadi produk UMKM olahan yang benar- benar siap untuk dipasarkan.
BACA JUGA: Dari Pegunungan Bintang ke UKSW: Kisah 18 Mahasiswa Papua Tuntaskan Studi
Bagi mahasiswa asing, pengalaman ini bukan sekadar kunjungan lapangan tetapi juga perjalanan belajar yang cukup memberikan kesan dan sangat membekas.
Amimul Ehsan, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) yang berasal dari Bangladesh, mengaku bahagia karena field trip ini memberikan pengalaman baru baginya.
Baginya, kegiatan ini memberikan pengalaman tak terlupakan, sebab pertama kali mengenal tanaman singkong dan olahannya. “Karena di negara saya Bangladesh, tidak ada tanaman singkong,” jelasnya, di Salatiga, Jumat 20 Februari 2026.
Hal yang sama juga Cristina Borges de Sousa, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi (FTI) asal Timor Leste ungkapkan. Ia terkesan karena untuk kali pertama bisa belajar berwirausaha.
Karena field trip kali ini memberikan edukasi tentang kewirausahaan. Khususnya untuk tanaman singkong hingga ia bisa belajar banyak hal dari kegiatan ini.
Mulai dari praktik menanam hingga mengolah berbagai jenos makanan berbahan dasar singkong. “Ini menyenangkan dan memorable bagi saya,” tambah Cristina Borges.





