Jateng

Setelah Dusun Bandungan, Longsor di Desa Kalongan Kini Juga Mengancam Dusun Dampu

×

Setelah Dusun Bandungan, Longsor di Desa Kalongan Kini Juga Mengancam Dusun Dampu

Sebarkan artikel ini
longsor kabupaten semarang
Foto udara kawasan terdampak longsor di Dusun Bandungan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv — Pergerakan tanah yang memicu longsor di wilayah Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, tidak hanya mengancam warga Dusun Bandungan. Area terdampak kini meluas dan berpotensi mengancam permukiman warga Dusun Dampu.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyebut Dusun Dampu menjadi wilayah yang cukup rawan karena lokasinya berdekatan dengan area longsor.

“Terutama Dusun Dampu yang lokasinya paling dekat,” ungkapnya di ruang kerjanya, Ungaran, Rabu, 4 Maret 2026.

Bupati menjelaskan, langkah yang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang lakukan saat ini adalah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Identifikasi terhadap rumah warga di zona rawan Dusun Bandungan juga telah di lakukan, dengan total 22 kepala keluarga (KK) masuk kategori terdampak.

Monitoring perkembangan kondisi di lapangan terlaksana bersama pemerintah desa, kecamatan Ungaran Timur, BPBD Kabupaten Semarang, serta Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Unsur TNI dan Polri juga turut terlibat dalam pemantauan.

“Jika kondisinya terus mengancam dan membahayakan, warga yang paling dekat di zona rawan akan di pindahkan terlebih dahulu,” tegasnya.

BACA JUGA: Was-was Warga Dusun Bandungan, Longsor di Desa Kalongan Kian Meluas

Pemkab Semarang juga telah menyiapkan lahan seluas 2,6 hektare milik pemerintah daerah di Desa Kalongan sebagai lokasi hunian sementara (huntara).

Untuk mitigasi, sistem peringatan dini (early warning system/EWS) telah pihaknya pasang di lokasi. Pemkab berencana menambah perangkat EWS dan telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah serta Badan Informasi Geospasial (BIG).

Di Dusun Dampu sendiri telah ditemukan sejumlah rekahan tanah. Wilayah ini dihuni sekitar 24 KK yang juga berpotensi terdampak.

“Kami berharap semuanya tetap aman. Namun jika langkah darurat harus di ambil, Pemkab Semarang sudah siap,” ujarnya.

Berdasarkan rekomendasi Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, perbaikan fisik belum dapat terlaksana karena fenomena pergerakan tanah masih aktif dan berpotensi bergeser hingga 100 meter ke arah permukiman.

Meski demikian, Pemkab telah menyiapkan akses jalan alternatif. Jalan Bima dan ruas Susun Kajangan yang semula berstatus jalan desa telah diperlebar dan ditingkatkan menjadi jalan kabupaten sebagai pengganti Jalan Arjuna yang terputus.

BACA JUGA: Jembatan Putus Gegara Longsor, 800 Jiwa Warga Desa Duren Semarang Sempat Terisolasi

Dengan langkah tersebut, akses alternatif Ungaran–Mranggen, Kabupaten Demak, kini kembali dapat terlalui melalui wilayah Desa Kalongan.

Bupati menambahkan, kajian lanjutan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus di dorong untuk mendapatkan rekomendasi teknis terbaru.

“Nanti hasil dan rekomendasinya akan menjadi dasar Pemkab Semarang dalam menentukan langkah penanganan longsor di Desa Kalongan,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila