SALATIGA, beritajateng.tv – Tak seperti lazimnya, kawasan Bundaran Tamansari Salatiga tampak banyak personel Satlantas Polres Salatiga, Selasa, 23 September 2025.
Bagi sebagian pengendara dan warga yang kebetulan sedang berada di lokasi, keberadaan para polisi lalu lintas tersebut cukup menyita perhatian.
Sebab, sesekali para petugas ini meminta beberapa pengendara untuk memperlambat dan bahkan menghentikan kendaraan yang tengah melintas.
Namun, para polisi itu tidak sedang melaksanakan kegiatan penertiban atau penegakan hukum di lokasi yang ramai pengendara tersebut.
BACA JUGA: Polres Salatiga Ungkap Pembobolan Rekening Nasabah Bank, Ringkus Tiga Warga Sidrap Sulsel
Sebaliknya, para polisi lalu lintas tersebut menyapa pengendara dan membagikan paket sayuran segar. Terutama, kepada pengendara ibu-ibu.
“Sempat deg-degan juga, tidak ngapa-ngapain tiba-tiba diminta berhenti pak polisi,” ungkap Indira (29), salah seorang pengendara.
Ternyata, ia hanya disapa baik-baik dan diajak ngobrol sebentar terkait budaya tertib berlalu-lintas di jalan raya.
Lantaran dianggap bagian dari pengguna jalan yang sudah mau tertib, akhirnya ia diberi paket sayuran segar yang sudah disiapkan. “Lumayanlah,” ucapnua.
Satlantas Polres Salatiga bagi-bagi paket sayuran dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70
Sementara itu, kegiatan spesial ini jajaran Satlantas Polres Salatiga gelar dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 tahun 2025.
Kegiatan yang pelaksanaannya berpusat di Bundaran Tamansari, Kota Salatiga, ini atas pimpinan langsung Kasatlantas Polres Salatiga, AKP Darmin.
Ratusan paket sayur segar polisi bagikan kepada pengguna jalan dan warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat Kota Salatiga.
“Momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 ini kami maknai dengan aksi nyata yang bermanfaat dengan membagikan paket sayuran segar,” jelas Kasatlantas.
BACA JUGA: Kapolres Salatiga Resmikan Ground Breaking SPPG, Dukung Percepatan Program MBG Pemerintah
Menurutnya, ini bukan sekadar kegiatan berbagi, tetapi juga mengajak dan mengingatkan masyarakat akan pentingnya berkeselamatan.
“Kami sampaikan kepada masyarakat pengguna jalan, bahwa keselamatan di jalan raya adalah yang utama dan harus menjadi budaya,” tegasnya.





