SEMARANG, beritajateng.tv – Pekan kedua Pegadaian Championship 2025-2026 bakal menyajikan duel panas antara Persipura Jayapura melawan PSIS Semarang di Stadion Lukas Enembe, Sabtu, 20 September 2025 pukul 13.30 WIB. Sebelumnya, kedua tim sama-sama gagal meraih kemenangan pada laga perdana.
PSIS Semarang membawa luka mendalam usai kalah telak 0-4 dari tim promosi Persiku Kudus di Stadion Jatidiri. Pelatih PSIS, Kahudi Wahyu, menilai barisan pertahanan timnya sangat rapuh.
“Lini belakang kami rapuh sekali. Itulah fokus utama latihan kami jelang bertemu Persipura,” ungkapnya, baru-baru ini.
Selain masalah pertahanan, Kahudi juga menyoroti aspek mental pemain. Ia menyebut sejumlah pemain sering gugup, melakukan pelanggaran tidak perlu, bahkan salah posisi hingga berujung penalti.
BACA JUGA: Jelang Lawan Persipura Sabtu Mendatang, PSIS Semarang Fokus Evaluasi Perkuat Pertahanan
Meski begitu, ia meminta skuadnya segera bangkit. “Kompetisi masih panjang, tak usah overthinking,” tegasnya.
PSIS juga belum mampu memecah pertahanan lawan meski mendominasi penguasaan bola. Serangan mereka mudah ditebak.
“Lawan ketat marking gelandang serang kami. Kami tak bisa lepas dari situasi tersebut,” tambah Kahudi.
Sementara itu, Camilo Sanchez dan Ayzah Madilesa tetap jadi tumpuan, namun gelandang harus lebih kreatif mendukung lini depan.
Kondisi Persipura Jayapura jelang lawan PSIS Semarang
Di sisi lain, Persipura hanya meraih hasil imbang 0-0 saat melawan Persipal Palu di Parepare. Tim Mutiara Hitam tampil dominan, namun finishing masih jadi persoalan. Aksi Ramai Rumakiek dan Matheus Silva cukup mengancam, namun peluang terbuang percuma.
Ricardo Salampessy memasukkan Boaz Salossa dan beberapa pemain muda untuk menambah daya serang. Sundulan dan sepak pojok Boaz sempat nyaris berbuah gol, namun kiper Persipal tampil brilian menepis bola. Skor imbang membuat Persipura hanya membawa pulang satu poin.
Rekor lima pertemuan terakhir memperlihatkan dominasi Persipura atas PSIS dengan kemenangan beruntun. Nilai pasar skuad Persipura juga jauh lebih tinggi, Rp37 miliar daripada PSIS Rp13 miliar.





