Jateng

Siap-siap! Pemkot Bakal Bangkitkan Lagi Pasar Maling di Johar Semarang

×

Siap-siap! Pemkot Bakal Bangkitkan Lagi Pasar Maling di Johar Semarang

Sebarkan artikel ini
tempat belanja baju lebaran
Pasar Johar Semarang. (foto: instagram/@joharsemarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Upaya menghidupkan kembali denyut ekonomi Pasar Johar terus Pemerintah Kota Semarang lakukan.

Salah satu langkah strategis yang kini Pemkot sjapkan adalah menghadirkan kembali konsep legendaris Pasar Maling di kawasan Johar. Sekaligus mengembangkan kawasan kuliner malam bertajuk Ojo Lari (Johar Malam Hari).

Pasar Maling sendiri bukanlah tempat jual beli barang ilegal dan curian. Melainkan pasar barang bekas, barang antik, hingga produk dengan harga miring yang punya daya tarik tersendiri bagi pemburu barang unik.

Program ini hadir untuk mengisi ruang-ruang kosong di kawasan Pasar Johar. Khususnya di Johar Tengah lantai dua hingga lantai empat yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Dasilva, menjelaskan bahwa ide tersebut muncul dari aspirasi masyarakat yang ingin menghidupkan kembali ikon lama Pasar Johar.

“Konsepnya sederhana, bagaimana ruang yang kosong ini bisa kembali produktif. Masyarakat justru mengusulkan agar Pasar Maling hidup lagi. Kami melihat ini sebagai peluang untuk menggerakkan ekonomi sekaligus menghidupkan Johar,” ujarnya.

Menurut Amoy, sapaannya, minat pedagang terhadap Pasar Maling di Johar ini cukup tinggi. Bahkan, proses pendataan yang baru buka sudah mencatat ratusan pendaftar.

“Baru kita buka, sudah lebih dari 600 pedagang yang mendaftar. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” katanya.

Para pedagang tersebut rencananya akan menempati lantai dua, tiga, dan empat Pasar Johar. Pemerintah juga berencana menggandeng komunitas yang selama ini sudah eksis. Termasuk pedagang dari sejumlah titik seperti Kokrosono, Barito, hingga Penggaron.

BACA JUGA: Catat Tanggalnya! Semarang Jadi Tuan Rumah Event Olahraga Nasional, Sepanjang April 2026

Tak hanya Pasar Maling, Pemkot Semarang juga menyiapkan konsep Ojo Lari, yakni kawasan kuliner malam di pelataran Pasar Johar.

Area ini akan berfungsi sebagai ruang interaksi baru bagi masyarakat dengan konsep yang lebih tertata dan fleksibel.

“Kalau malam hari kawasan itu cenderung sepi. Kita ingin hidupkan dengan konsep kuliner seperti di Pekojan, tapi lebih rapi. Tidak pakai gerobak, cukup meja dan kursi yang bisa di bongkar pasang,” jelasnya.

Konsep ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang nyaman sekaligus menjaga kebersihan kawasan pasar.

Rencananya, Pasar Maling akan launching secara resmi pada 2 Mei 2026 oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Momentum ini harapannya menjadi titik awal kebangkitan Pasar Johar sebagai pusat ekonomi rakyat.

Amoy menegaskan, revitalisasi Pasar Johar bukan sekadar mengisi ruang kosong. Tetapi bagian dari strategi besar untuk menghidupkan kembali ekosistem perdagangan di Kota Semarang.

“Johar ini harus hidup dan ramai. Kalau Johar tidak bergerak, maka akan berdampak ke pasar-pasar lain. Bahkan bisa mempengaruhi dukungan pembangunan dari pemerintah pusat,” tegasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp