Ketegangan meningkat saat muncul nama Farhan, seorang penyelidik mandiri yang membawa data pembanding dari Desa Ketoyan. Farhan mengeklaim bahwa koordinator KKN yang asli di desa tersebut bernama Maharindra, bukan sosok yang kini menjadi obyek gugatan.
Hersubeno Arief mengingatkan publik bahwa sidang ijazah palsu Jokowi ini memiliki dimensi politik yang sangat kental.
Menurutnya, meskipun pembuktian dilakukan secara hukum, pengaruh aktor politik di belakang layar tetap menjadi faktor penentu. (*)




