SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang melakukan revitalisasi dan penataan kawasan Simpang Lima menjadi lebih cantik dengan menanami sejumlah pohon asam ikon khas Ibu Kota Jawa Tengah.
Selanjutnya, pemerintah juga akan melakukan perbaikan jalur pedestrian dan menyiapkan konsep kawasan yang lebih terbuka, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
Taman yang ada di depan shelter kuliner Simpang Lima yang telah DPU bongkar, akan berganti dengan deretan pohon asam Jawa.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Suwarto, mengatakan pembongkaran taman oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Sedangkan DPU bertugas melakukan pembenahan area pedestrian.
“Taman sudah Perkim bongkar. Saat ini DPU melakukan pekerjaan perbaikan lantai pedestrian dan sementara kita sudah plester terlebih dahulu,” ujar Suwarto, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurutnya, pembangunan lanjutan masih menunggu proses lelang pekerjaan selesai. Setelah ada pemenang lelang, revitalisasi kawasan akan berlanjut dengan konsep yang lebih modern dan representatif.
Suwarto memastikan kawasan shelter kuliner di Simpang Lima akan dipercantik. Namun tidak menjelaskan detail rencana revitalisasi yang Pemkot lakukan.
“Nanti setelah proses lelang selesai baru lanjut pembangunan. Yang jelas kawasan ini akan kita buat lebih baik dan tidak menggunakan keramik seperti sebelumnya,” katanya.
BACA JUGA: Tak Ingin Simpang Lima Banjir Lagi, Pemkot Semarang Bongkar Drainase Bermasalah
Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang, Murni Ediati, menegaskan penataan Simpang Lima ini sesuai arahan Wali Kota Semarang agar kawasan tersebut menjadi lebih menarik sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik di pusat kota.
“Sesuai arahan Ibu Wali Kota, kawasan Simpang Lima akan kami tata lebih baik, lebih bersih, lebih terbuka, dan lebih hijau,” kata Murni.
Pipie, sapaan akrabnya menjelaskan jika sejumlah pohon yang sebelumnya ditebang akan diganti dengan vegetasi baru.
Salah satu yang sedang pihaknya siapkan adalah pohon asam yang memiliki keterkaitan dengan identitas Kota Semarang.
“Ibu Wali Kota menginginkan pohon asam sebagai salah satu ciri khas Kota Semarang. Kemungkinan pohon itu yang akan kita tanam kembali di kawasan Simpang Lima,” ujarnya.
Selain penanaman pohon baru, area lapangan dan ruang terbuka di sekitar Simpang Lima juga akan mendapat sentuhan penataan agar lebih nyaman untuk beraktivitas masyarakat.
Di sisi lain, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto mengatakan, DPRD Kota Semarang berharap revitalisasi Simpang Lima tetap memperhatikan keberadaan ruang terbuka hijau.
Ia mengakui jika belum menerima paparan detail terkait konsep revitalisasi yang sedang disiapkan pemerintah kota.
Meski demikian, pihaknya mendukung upaya penataan selama bertujuan meningkatkan kualitas kawasan.
“Kami berpikir positif bahwa penataan ini agar Simpang Lima menjadi lebih bagus dan lebih representatif sebagai ikon Kota Semarang,” kata Danur.
Ia berharap keberadaan taman dan pohon tetap di pertahankan dalam konsep revitalisasi karena memiliki fungsi penting sebagai ruang terbuka hijau sekaligus paru-paru kota.
“Kalau memang ada pohon yang di tebang, harapannya di tanam kembali dengan konsep yang lebih baik. Ruang terbuka hijau harus karena makin masif, karena Simpang Lima merupakan wajah Kota Semarang,” ujarnya. (*)





