Jateng

Singgung Ancaman Krisis Pangan, Sumanto Dukung Budidaya Jagung Jadi Makanan Pengganti Beras

×

Singgung Ancaman Krisis Pangan, Sumanto Dukung Budidaya Jagung Jadi Makanan Pengganti Beras

Sebarkan artikel ini
sumanto budidaya jagung karanganyar
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat panen jagung bersama Gapoktan Rukun Makmur di Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (Ricky Fitriyanto/beritajateng.tv)

KARANGANYAR, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jateng Sumanto ikut mengampanyekan konsumsi 10 makanan pengganti beras. Menurutnya, konsumsi makanan alternatif bisa mengatasi ancaman krisis pangan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sumanto belum lama ini melihat dari dekat pengembangan budidaya jagung di Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Budidaya jagung tersebut dilakukan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rukun Makmur yang beranggotakan ratusan petani.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPRD Jateng Sumanto ikut memanen jagung bersama para petani. Menurutnya, selama ini jagung masyarakat konsumsi sebagai makanan pokok pengganti nasi.

“Tak hanya nikmat, jagung juga nutrisinya tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Salah satunya melancarkan pencernaan karena banyak mengandung serat,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

BACA JUGA: Longsor di Petungkriyono Pekalongan, Ketua DPRD Jateng Sumanto Minta Reboisasi

Ia menambahkan, para petani dari Gapoktan Rukun Makmur mengembangkan jagung pada lahan seluas 2 hektare. Mereka menanam jagung sebagai tanaman sela sebelum musim tanam padi. Hasilnya pun lumayan karena jagung bernilai ekonomis tinggi.

“Ada 10 tanaman pangan pengganti beras. Yaitu singkong, jagung, pisang, sagu, ubi, hanjeli, porang, sorgum, sukun, dan talas. Para petani disini memilih jagung karena perawatannya mudah dan hasilnya lumayan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kampanye 10 bahan pangan pengganti beras ini perlu untuk menghindari ancaman krisis pangan. Mengutip penggalan pidato Presiden pertama RI, Soekarno, ia menyebut “Apabila kebutuhan pangan rakyat tidak terpenuhi, maka Indonesia malapetaka. Oleh sebab itu perlu adanya usaha besar-besaran, radikal, dan revolusioner”.

Kepala Gapoktan Rukun Makmur, Kasidi mengatakan, para petani memilih tanaman jagung karena perawatannya lebih mudah dan nilai jualnya tinggi.

“Ini sudah lama, sejak dulu kami menanam jagung, selang seling dengan tanaman padi. Selain jagung, kami juga menanam singkong,” jelasnya.

BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto Ajak Masyarakat Manfaatkan Medsos untuk Pengembangan Diri