Mengingat film ini memadukan horor, komedi, dan aksi, Abi mampu menampilkan kemampuannya di ketiga aspek tersebut dengan baik berpindah mulus dari adegan pukulan keras ke momen tarian canggung di tengah pertarungan.
Ia juga berhasil menggambarkan bagaimana kebingungan Anggoro sebagai sosok yang berusaha berbuat benar di tengah sistem yang korup, sekaligus perjuangannya menjaga nilai moralnya.
Sementara itu, Bront Palarae sebagai Kepala Sipir Jefry tampil sebagai antagonis yang kuat dan mengintimidasi, merepresentasikan korupsi dan kekejaman dalam sistem yang tidak manusiawi.
Namun, film ini juga penuh dengan momen mencuri perhatian, Aming layak mendapat apresiasi atas energi nyentrik yang menyegarkan di paruh awal. Sementara pendatang baru Magistus Miftah bersinar di bagian tengah lewat adegan tarian yang sempurna. (*)
Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.
Gabung Channel WhatsApp





