“Masalah ini kami temukan saat kompetisi masih berjalan sehingga hukuman berlaku secara langsung,” jelas Sekjen AFC, Windsor John Paul. Beliau menegaskan bahwa situasi Malaysia berbeda dengan kasus Timor Leste yang hukumannya berlaku untuk edisi mendatang.
“Pihak kami harus menjaga sportivitas agar setiap negara mematuhi regulasi pemain yang telah ditetapkan sejak awal,” lanjut Windsor. Pihak federasi kini sedang menyiapkan langkah banding guna memitigasi dampak buruk dari Sanksi AFC untuk Malaysia.
BACA JUGA: Jadwal FIFA Series 2026 di GBK: Timnas Indonesia vs Saint Kitts dan Nevis, Catat Tanggalnya
Perwakilan federasi menyatakan bakal mengirimkan surat keberatan secara resmi untuk meminta keringanan hukuman kepada komite disiplin dalam waktu dekat. Masyarakat sepak bola Malaysia kini mengecam kinerja pengurus federasi yang mereka anggap lalai dalam memverifikasi status pemain asing.
Suasana ruang ganti pemain kabarnya sedang memanas menyusul kabar pencoretan poin yang sangat krusial bagi kelolosan tim. Seluruh pecinta sepak bola Asia Tenggara kini terus memantau perkembangan kasus ini melalui saluran berita resmi internasional. (*)





