“Kokurikuler menguatkan intrakurikuler, contohnya di mapel fisika nanti kokurikulernya itu kegiatannya gabungan atau lintas mapel, berkolaborasi membuat suatu project sehingga penilaiannya secara bersama,” ungkap dia.
BACA JUGA: Unik dan Gak Sok Asyik, Ini 5 Contoh Pesan dan Kesan untuk Kakak OSIS Pendamping MPLS 2024
Dalam penerapan ini, Subagio menyebut implementasi lintas mapel begtiu memungkinkan.
“Misal di IPA kan ada beberapa disiplin ilmu. Contohnya kulit pisang kenapa di lantai bisa bikin terpeleset, itu dikaji lebih mendalam. Kalau di intrakurikuler kan gak sedetail itu, di situ [kokurikuler] akan dikaji lebih mendalam. Kalau di fisika gesekannya, di biologi apa yang terkandung di dalam itu,” pungkas Subagio. (*)
Editor: Farah Nazila





