BLORA, beritajateng.tv– SMP Negeri 4 Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terpaksa didatangkan dua unit truk tangki air untuk membersihkan lumpur sisa banjir yang menggenangi lingkungan sekolah. Lumpur tebal yang menutup area sekolah ternilai membahayakan karena membuat permukaan menjadi licin.
Penyemprotan menggunakan truk tangki milik BPBD Blora untuk membersihkan lapangan dan halaman sekolah yang terpenuhi endapan lumpur.
Sekolah tersebut menjadi salah satu yang terdampak paling parah saat banjir melanda wilayah Cepu. Ketinggian air saat kejadian bahkan mencapai perut orang dewasa.
Lokasi sekolah yang berada di dataran cekung serta di kelilingi area persawahan dan bangunan tinggi membuat air mudah menggenang dan sulit surut.
BACA JUGA: Banjir Blora Rendam 10 Kecamatan, BPBD: Terbesar dalam Sejarah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, mengatakan banjir yang terjadi merupakan luapan air dari area sawah di sekitar sekolah.
“Air limpahan dari sawah masuk ke lingkungan sekolah karena posisinya lebih rendah,” ujarnya.
Ia menambahkan, SMP 4 Cepu telah masuk dalam program perbaikan pada tahun 2026. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meninggikan lantai bangunan sekolah sekitar 1,5 meter dari permukaan jalan.
Menurutnya, upaya tersebut harapannya mampu mencegah banjir serupa terjadi kembali di masa mendatang.
BACA JUGA: Banjir Intensitas Tinggi Rendam Ngawen Blora, Warga Ngeluh Tak Pernah Ada Perbaikan Drainase
Meski terdampak cukup parah, tidak ada peralatan elektronik sekolah yang mengalami kerusakan akibat banjir tersebut. Pihak sekolah bersama petugas saat ini masih melakukan pembersihan agar kegiatan belajar mengajar bisa segera kembali normal. (*)
Editor: Farah Nazila




