Apalagi, Dwi mengakui sampah daun di pekarangan SMP Negeri 11 Semarang sangatlah banyak. Mereka bahkan pernah melombakan pengolahan sampah daun menjadi pupuk kompos.
“Sekarang kami sedang mencoba dari sampah daun tadi untuk dikelola menjadi aksesoris baju, sedangkan bajunya dari sampah plastik,” jelasnya.
BACA JUGA:SMPN 45 Semarang Desak Penambahan Fasilitas Agar Bisa Urus Akreditasi
Meski telah melarang adanya kemasan plastik di kantin sekolah, tak jarang para siswa membawa jajanan dari luar sekolah. Oleh karena itu, Dwi berambisi mengumpulkan dan mengolah sampah-sampah plastik itu untuk dijadikan karya yang bisa dipamerkan pada saat Gelar Karya P5.
“Kalau anak-anak ekstra membawa jajan dari luar, itu masih ada sampah sedikit, itu kami kumpulkan. Dan saya menantang anak-anak dan guru untuk membuat baju dari sampah plastik,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





