“Menu basi dan sebagainya bisa dikomplain, bisa dikomunikasikan dengan pihak dapur MBG, bisa diganti. Kalau kesalahan sampai tiga kali berturut-turut, tentu ada evaluasi,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar penyampaian keluhan dilakukan secara bijak dan tidak langsung disebarluaskan ke media.
“Yang penting kita memberikan informasi secara smooth, tidak menyebarkan ke media, mungkin hanya kesalahan kecil agar hubungan antara sekolah dan dapur MBG tetap positif,” tambahnya.
BACA JUGA: Beredar Isu Pengadaan 32 Ribu Laptop untuk Operasional MBG, Kepala BGN Buka Suara
Taufiq juga memastikan bahwa selama tiga bulan terakhir pelaksanaan MBG di SMAN 1 Semarang berjalan lancar tanpa komplain berarti dari siswa maupun guru.
“Alhamdulillah selama ini lancar. Kalau pun ada satu dua hal kecil masih bisa termaklumi. Secara umum sudah sesuai dengan nominal Rp10.000,” katanya.
Ke depan, ia membuka peluang bagi siswa untuk ikut memberikan masukan terkait variasi menu, terlebih setelah adanya arahan langsung dari Menko Pangan.
“Anak-anak nanti boleh request menu, termasuk kalau ada kegiatan bisa ganti dengan paket snack atau roti. Artinya fleksibel,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila




