Jateng

Soroti Proyek Geotermal Gunung Ungaran, Komunitas Budaya Khawatir Candi Gedongsongo Rusak

×

Soroti Proyek Geotermal Gunung Ungaran, Komunitas Budaya Khawatir Candi Gedongsongo Rusak

Sebarkan artikel ini
Geotermal Candi
Kompleks Candi Gedongsongo. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Komunitas budaya dan pecinta cagar budaya menyoroti rencana proyek geothermal di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran.

Mereka tidak hanya mengkhawatirkan dampak proyek geotermal tersebut terhadap lingkungan, tetapi juga potensi kerusakan terhadap situs bersejarah Candi Gedongsongo.

Ketua Umum Yayasan Kedhaton Mataram Agung (YKMA) Semarang, RM Miko Alfian Yulianto, mengatakan Gunung Ungaran memiliki nilai penting dari sisi cagar budaya karena terdapat kompleks Candi Gedongsongo yang merupakan peninggalan abad ke-8.

Menurut Miko, rencana eksplorasi panas bumi di kawasan sekitar Candi Gedongsongo perlu melalui kajian yang matang.

Ia menilai pemerintah memang memiliki program pengembangan energi, tetapi pelaksanaannya harus mempertimbangkan potensi dampak terhadap lingkungan dan cagar budaya.

BACA JUGA: Tolak Proyek Geotermal di Jenawi Karanganyar, Warga Lereng Lawu: Bisa Rusak Lingkungan, Banyak Candinya

“Okelah, pemerintah mempunyai program, tapi harusnya ԁilakukan melalui kajian dengan mempertimbangkan dampak yang akan terjadi,” jelasnya di Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu, 2 September 2026 sore.

Miko menegaskan setiap proyek pembangunan semestinya memiliki kajian yang memadai. Termasuk analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), Feasibility Study (FS), dan Detail Engineering Design (DED).

Ia mempertanyakan apakah berbagai kajian tersebut telah tersedia dalam rencana pengembangan proyek geothermal di WKP Gunung Ungaran.

“Di mana pun, tegas Miko, setiap proyek harus ada kajian-kajian. Baik itu soal Amdal, Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED) dan sebagainya,” tutur Miko.

“Apakah itu sudah ada atau belum? Tiba-tiba sudah ada informasi bahwa pemerintah sudah memberikan izin pembangunan PLTP di WKP Gunung Ungaran,” lanjutnya.

BACA JUGA: Proyek Geotermal di Gunung Ungaran, Pemdes Candi Akui Belum Terima Pemberitahuan Resmi atau Sosialisasi

Mewakili komunitas pecinta budaya, Miko menyatakan penolakan apabila eksplorasi panas bumi ԁilakukan di kawasan situs Candi Gedongsongo.

Ia juga mengaku belum pernah mendengar ataupun terlibat dalam sosialisasi mengenai rencana proyek geothermal di kawasan Gunung Ungaran.

Menurut Miko, setiap kegiatan eksplorasi berpotensi menimbulkan dampak sehingga aspek perlindungan benda dan situs cagar budaya harus menjadi perhatian.

Ia menilai potensi gangguan terhadap situs Candi Gedongsongo tetap perlu ԁikaji, meskipun lokasi pengeboran ԁisebut berjarak sekitar satu kilometer dari kompleks candi.

“Selain itu dampak kebisingan yang ԁitimbulkan pasti juga ada,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp