Pendidikan

SPMB 2026 Masih Terkendala Literasi Digital, SMKN 3 Semarang Bantu Orang Tua dan Siswa Buat Akun

×

SPMB 2026 Masih Terkendala Literasi Digital, SMKN 3 Semarang Bantu Orang Tua dan Siswa Buat Akun

Sebarkan artikel ini
spmb verifikasi berkas
Suasana SPMB verifikasi berkas di SMKN 3 Semarang, Kamis, 4 Juni 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Kami menemukan satu kasus NISN ganda. Saat ini sedang pihak SMP asal siswa tersebut tangani,” katanya.

Antusiasme masyarakat mengikuti tahapan awal SPMB juga cukup tinggi. Pihak sekolah menargetkan dapat melayani sekitar 150 pendaftar setiap hari agar proses verifikasi berjalan lancar dan pelayanan tetap optimal.

“Kami targetkan sekitar 150 orang per hari. Kalau terlalu banyak dalam satu hari, kami sarankan datang keesokan harinya karena waktu pendaftaran masih cukup panjang,” ujar Guntur.

Meski demikian, sekolah memastikan akan tetap memberikan pelayanan maksimal, terutama menjelang penutupan tahapan pendaftaran.

“Kalau mendekati batas akhir dan pendaftar membludak, kami siap lembur sampai sore bahkan malam. Intinya kami ingin masyarakat tetap terlayani dengan baik,” tegasnya.

Sekolah Imbau Pendaftar Pelajari Tahapan SPMB

Kepala SMKN 3 Semarang, Hardo Sujatmiko, mengimbau calon siswa dan orang tua untuk mempelajari seluruh tahapan SPMB melalui informasi resmi yang telah pemerintah maupun sekolah sediakan.

Menurutnya, banyak kendala sebenarnya bisa terhindari apabila pendaftar memahami alur dan persyaratan sejak awal.

Selain membuat akun dan melengkapi berkas, pendaftar juga perlu memahami jalur yang mereka pilih serta terus memantau perkembangan selama masa pendaftaran berlangsung.

SPMB 2026 sendiri berlangsung mulai 3 hingga 21 Juni 2026. Meliputi tahapan pembuatan akun, verifikasi dokumen, aktivasi akun, hingga proses pendaftaran dan seleksi.

Salah satu wali murid, Tutik (50), warga Gayamsari Selatan, mengaku datang ke SMKN 3 Semarang untuk melakukan verifikasi berkas pendaftaran anaknya yang ingin masuk jurusan otomotif.

Ia mengatakan sempat mengalami kendala karena ada dokumen yang belum ditandatangani saat proses pengajuan secara daring sehingga harus melakukan revisi terlebih dahulu.

“Tadi sudah ke sini, tapi ternyata ada yang belum ditandatangani waktu online, jadi harus pulang dulu untuk revisi,” ujarnya.

BACA JUGA: Sekolah Bantu Pendaftaran SPMB Online, Orang Tua Calon Murid Merasa Lebih Mudah

Meski demikian, ia mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam proses pembuatan akun maupun memahami tahapan pendaftaran.