Pendidikan

SPMB 2026 Masih Terkendala Literasi Digital, SMKN 3 Semarang Bantu Orang Tua dan Siswa Buat Akun

×

SPMB 2026 Masih Terkendala Literasi Digital, SMKN 3 Semarang Bantu Orang Tua dan Siswa Buat Akun

Sebarkan artikel ini
spmb verifikasi berkas
Suasana SPMB verifikasi berkas di SMKN 3 Semarang, Kamis, 4 Juni 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Tengah masih terwarnai kendala. Meski proses pendaftaran secara daring, banyak calon peserta didik dan orang tua yang belum memahami tahapan pembuatan akun hingga aktivasi, sehingga meminta bantuan langsung ke sekolah.

Ketua SPMB SMKN 3 Semarang, Guntur Wicaksono, mengatakan sebagian besar kendala yang ditemui pada hari-hari awal pelaksanaan SPMB bukan berasal dari sistem, melainkan kurangnya pemahaman pendaftar terhadap alur pendaftaran online.

“Padahal seharusnya membuat akun berlangsung secara mandiri di rumah. Setelah itu datang ke sekolah untuk verifikasi berkas dan aktivasi akun. Namun sebagian masyarakat atau siswa masih belum paham, akhirnya kami bantu membuat akun di sini,” ujar Guntur saat beritajateng.tv temui di sekolah pada Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, perubahan sistem penerimaan siswa yang kini berbasis digital membuat sebagian orang tua harus beradaptasi dengan mekanisme baru yang berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

BACA JUGA: Dewan Pendidikan Soroti Banyak Kesalahan Berkas pada SPMB 2026

Ia menilai masih ada masyarakat yang terbiasa dengan sistem pendaftaran konvensional, yakni datang langsung ke sekolah dan mengisi formulir secara manual.

“Mungkin orang tua masih teringat zaman dulu ketika daftar sekolah cukup datang langsung ke sekolah. Sekarang harus membuat akun mandiri, verifikasi berkas, aktivasi akun, baru kemudian mendaftar sesuai jadwal,” katanya.

Kendala Titik Alamat yang Berpindah-pindah

Selain persoalan pembuatan akun, petugas juga menemukan sejumlah kendala teknis saat proses pendaftaran berlangsung. Salah satunya terkait titik alamat atau lokasi domisili yang muncul tidak sesuai pada peta digital.

“Ada beberapa titik alamat yang loncat sendiri saat proses pendaftaran. Namun sudah ada solusi dari pusat. Akun bisa dibatalkan terlebih dahulu, kemudian diperbaiki melalui menu khusus yang tersedia,” jelas Guntur.

Sementara itu, hanya ada satu kasus terkait Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang terdeteksi ganda dan sedang dalam proses penyelesaian oleh sekolah asal.