Jateng

Sulitnya Cari Gas Elpiji 3 Kg, Pangkalan LPG di Kota Semarang Sampai Tolak 50 Pelanggan dalam Sehari

×

Sulitnya Cari Gas Elpiji 3 Kg, Pangkalan LPG di Kota Semarang Sampai Tolak 50 Pelanggan dalam Sehari

Sebarkan artikel ini
Pangkalan Gas Elpiji
Pemilik pangkalan elpiji 3 kg, Nur, saat dijumpai di tokonya, Selasa, 4 Februari 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Warung Nur telah menjadi pangkalan gas elpiji 3 kilogram sejak 2008 silam. Jumlah yang ia peroleh pun konstan, hanya 20 tabung setiap pengiriman. Tak heran, gas yang ia jual ludes begitu kilat.

Ia mengaku telah meminta tambahan tabung kepada distributor. Namun, permintaannya tak kunjung distributor gubris.

“Begitu datang langsung habis. Saya mengajukan lagi, minta tambahan 10 tabung karena kasihan tetangga saya, tapi tetap dapat 20 saja,” tuturnya.

Bergeser dari pangkalan Bu Nur, pangkalan Yudi dan pangkalan Bu Dibyo yang jaraknya sekitar 300-500 meter pun tak jauh berbeda. Setali tiga uang, tetap saja tidak bisa memperoleg gas elpiji 3 kilogram dari pangkalan tersebut.

Pengusaha warung makan mengeluh sulit cari tabung gas melon

Terpisah, Ambar, salah satu pengelola kedai di area perkantoran Pemprov Jawa Tengah, mengaku sangat sulit mendapatkan gas elpiji 3 kilogram alias gas melon.

Adapun dua gas melon yang tersisa di kedainya itu ialah stok terakhir, sebelum gas elpiji 3 kilogram mulai langka di pasaran.

“Susah banget cari gas elipiji 3 kilogram. Ini saja punyaku stok terakhir, belum sempat beli lagi karena sulit dapatnya, langka sekali,” ungkap Ambar.

Tak hanya Ambar, Ika, seorang penjual nasi uduk, turut mengeluh akan sulitnya mencari gas elipiji 3 kilogram.

“Habis jualan, saya sampai di rumah. Mau cari gas malah zonk, alias kosong semua,” ungkap Ika.

BACA JUGA: Baru Jalan 4 Hari, Kebijakan Gas Elpiji 3 Kg Bikin Bingung Masyarakat, LP2K: Molak-malik Ra Cetho

Sebelumnya, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Boedya Dharmawan, menegaskan tak ada kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Jawa Tengah.

Boedya menuturkan, kegaduhan yang terjadi di masyarakat lantaran sedang memasuki masa transisi atas aturan tersebut, bukan karena kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Jawa Tengah.