KARANGANYAR, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto menyoroti semakin terbatasnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dalam menampung volume sampah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurutnya, persoalan sampah akan terus menjadi masalah di masa depan apabila masyarakat masih terbiasa membuang sampah tanpa memilah dan mengolahnya terlebih dahulu.
Sumanto mengungkapkan hal tersebut saat menggelar Reses penyerapan aspirasi masyarakat di Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Ia mencontohkan TPA Putri Cempo, Surakarta yang baru saja terbakar. TPA tersebut sudah memiliki mesin pengolah dan pemilah sampah, namun tetap kewalahan karena volume sampah yang datang kerap melebihi kapasitas.
Selain itu, ada TPA Jatibarang di Kota Semarang yang juga belum lama ini mengalami kebakaran. Volume sampahnya juga terus bertambah karena juga menerima sampah dari daerah lainnya.
BACA JUGA: Salurkan Bantuan KUBE di Karanganyar, Sumanto Berharap Kesejahteraan Masyarakat Meningkat
Sedangkan Kabupaten Karanganyar sendiri memiliki TPA Sukosari di Kecamatan Jumantono dengan luasan sekitar 5,6 hektare. Menurutnya, selama volume sampah yang warga buang terus bertambah tanpa ada upaya pengurangan dari sumbernya, beban TPA akan semakin berat.

“Coba pikirkan, TPA di Jumantono 5 tahun atau 10 tahun lagi bakal seperti apa? Karena semua sampah dari Karanganyar semua pembuangannya kesitu,” ujarnya.
Karenanya, Sumanto mengajak masyarakat mulai mengubah pola pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Salah satunya dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya dan mengolah sampah organik menjadi produk bermanfaat, seperti pupuk organik cair.
“TPA sudah tidak muat. TPA mau pemerintah buka lagi, siapa yang mau? Ketika mau membangun TPA baru, kita harus meminta izin warga, dan belum tentu masyarakat bersedia,” ujar Sumanto.





